3 Konsep salah Dalam Kreatifitas

Bookmark this
April 12, 2019 By Ps Sidney Mohede
Bulan ini kita akan berbicara tentang Kreatifitas, Kreatifitas adalah sesuatu yang Tuhan tanamkan dalam diri kita, dan ada untuk membawa solusi bagi dunia.

Dimanapun kita berada, Tuhan punya rencana yang luar biasa untuk kita semua, agar kita bisa menjadi jawaban bagi bangsa dan jaman ini.

Untuk menjadi jawaban bagi dunia, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi serta ide-ide yang baru untuk memberikan solusi bagi dunia.

Seperti kita tahu, Dunia kita membutuhkan jawaban, ada begitu banyak “Chaos” dan “Darkness” yang meliputi dunia, dan kita seharusnya bisa membawa garam dan terang, menjadi jawaban di dunia. Itu sebab-nya kami di JPCC selalu mendorong jemaat untuk berkreatifitas dan mengeluarkan ide-ide yang baru.

Creation atau Penciptaan selalu dimulai dari Tuhan, itu sebabnya kreatifitas adalah proses spiritual, dan bukan hanya dimiliki oleh orang-orang yang berseni saja.

Kreatifitas bukan hanya sekedar itu. Jika kita ingin memberikan makna dalam kreatifitas, kita harus terhubung dengan sumber segala kreasi yaitu Tuhan. Segala sesuatu adalah dari Tuhan dan kepada Tuhan.

Opening Verse – Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1 TB

Kreatifitas adalah sebuah kemampuan atau proses seseorang atau komunitas untuk membuat sesuatu yang baru, berguna, berbobot atau bernilai, di dalam semua bidang kehidupan – sains, seni, sastra, keuangan, ekonomi dan musik.

Kata lain dari kreatiftas adalah ingenunity atau kecerdikan, menggunakan itu untuk mengeluarkan dan menimbulkan ide-ide yang baru yang berguna bagi sesama.

Creativity is characterized by the ability to look at the world in new ways, to find hidden patterns, to make connections between seemingly unrelated phenomenon, and to generate solutions.

Itu sebabnya inovasi dan kreatifitas sangat penting bagi umat manusia, semua yang kita miliki dan nikmati hari ini adalah hasil dari inovasi dan kreatifitas orang di sekeliling kita, dan semua itu ada untuk memudahkan kehidupan kita.

Oleh karena itu saya percaya bahwa seharusnya kreatifitas dan ide keluar dan dimulai dari gereja. Karena kita punya akses langsung dengan sumber sang kreasi, yaitu Tuhan.

Bahkan, Pada awal-nya Tuhan dijuluki sebagai God The Creator. We are most like our God when we are creative. DNA untuk berkreasi ada dalam kehidupan kita semua.

Creativity and innovation is key to what will give us meaning in life.

Saya ingin membagikan 3 hal, sesuatu yang merupakan misconception, salah pengertian dan kesalah-pahaman tentang Kreatifitas.

Supporting Verse – Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Efesus 2:10 TB

1. Kesalahpahaman bahwa Kreatifitas hanya untuk orang-orang tertentu saja.

Kreatifitas bukan hanya ada pada orang-orang tertentu yang berdarah seni saja. Dokter atau seorang praktisi bisnis tentu mempunyai kreatifitas.

Kita semua diciptakan sebagai maha-karya dari Tuhan, sesuai dengan Kreatifitas-Nya untuk dapat melakukan dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik.

Dalam berbagai budaya dunia, ada begitu banyak kisah penciptaan dunia, dan ada beberapa budaya yang percaya bahwa penciptaan dunia terjadi disaat ada dewa-dewa yang berperang sebelum penciptaan dunia, dan karena ada yang kalah dalam perang tersebut, ada mata panah senjata milik dewa tertentu yang selanjutnya membentuk dunia.

Ada juga budaya lain yang berkata bahwa penciptaan dunia terjadi karena muntahan dewa yang sedang sakit perut. Dan bahkan dalam jaman-jaman hollywood sekarang, ada juga penciptaan dunia yang terjadi melalui 6 infininty stones di dunia Marvel.

Tetapi di Alkitab, Tuhan menciptakan karena Dia melihat ada sesuatu yang indah dengan apa yang Dia ciptakan, kita merupakan maha-karyaNya dan dibuat serupa dan segambar dengan Tuhan, karena itu daya kreasi ada dalam diri kita semua, agar kita bisa membawa sesuatu yang baik bagi orang di sekeliling kita.

Supporting Verse – Ada bermacam-macam kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh Allah sebagai tanda kebaikan hati Allah, tetapi semua itu berasal dari Roh Allah saja. Dan biarpun ada bermacam-macam cara pelayanan, semua itu berasal dari Tuhan yang sama. Demikianlah Allah bekerja dengan bermacam-macam cara di dalam diri setiap saudara seiman, tetapi hanya Allah yang Esa saja yang mengerjakan semuanya itu. Setiap kemampuan tersebut diberikan kepada kita sebagai tanda nyata dari Roh Allah, dan hendaklah digunakan untuk saling menguatkan. 1 Korintus 12:4‭-‬7 TSI

Kreatifitas digunakan untuk saling menguatkan antara satu dengan yang lain, bagaimana kita bisa menjadi Maha-Karya jika kita tidak terhubung dengan Sang Pencipta?

Bagaimana mungkin kita bisa mengeluarkan sesuatu yang baru jika kita tidak kenal dan terhubung dengan Firman-Nya setiap hari.

Di dalam kelas songwriting, sayasuka mengatakan bahwa “Your input will determine your output“, artinya adalah apa yang kita masukkan dalam hidup kita, akan menentukan apa yang keluar dalam hidup kita.

Apa yang kita baca, dengarkan, nonton, dan alami akan menentukan apa yang keluar dalam hidup kita.

Kreatifitas keluar melalui kita namun bukan dari kita, kreatifitas ada di dalam kita namun bukan milik kita. Everything comes from God.

Seperti hal-nya saya yang telah menulis lagu selama puluhan tahun, semua kemuliaan itu ada kepada Tuhan, bukan karena kejeniusan saya. Saya memutuskan untuk mau menjadi saluran dari apa yang Tuhan sudah berikan dalam diri saya, dan saya tidak akan menyimpan itu dalam diri sendiri agar melalui kreasi saya, hal itu bisa menguatkan untuk orang lain, dan menjadi berkat dan solusi bagi dunia.

Kita bisa mendapatkan inspirasi dimanapun juga, semua-nya Tuhan sudah taruh dalam hidup kita. Ambil ide dan inspirasi dari setiap hal yang kita lihat dan rasakan dalam hidup dan jangan pernah takut untuk mengambil inspirasi dari apa yang kita lihat dalam hidup, agar melalui itu, bisa menjadi sesuatu yng berguna bagi orang lain.

Supporting Verse – Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Pengkhotbah 1:9 TB

It’s not where you take things from, It’s where you take them to – Jean Luc Godard

Anda tidak dapat menghabiskan kreatifitas. Semakin banyak kreatifitas yang anda gunakan, semakin banyak yang anda akan milki – Maya Angelou

The more I use, the more I will have. Tuhan kita adalah sumber ide dan inovasi dalam hidup kita, jangan pernah takut untuk membagikan pengalaman kita kepada orang di sekeliling kita.

 

2. Kesalahpahaman bahwa Kreatifitas hanya ada dalam konsep “Think outside of the Box”

Saya tidak bilang hal ini salah, tetapi menurut saya ini kutipan ini agak sedikit misleading.

Karena ada begitu banyak orang muda ingin melakukan sesuatu dari “box”, dibanding melakukan sesuatu dari box mereka sendiri, mereka lebih suka melakukan sesuatu yang tidak ada di tangan mereka, dan lupa bahwa Tuhan sudah memberikan sesuatu yang ada di “box” dan tangan mereka.

Pada saat kita bersedia menerima dan mengelola sesuatu yang ada di dalam tangan kita, maka kita akan bisa mengerjakan sesuatu yang lebih besar.

Before you can think outside the box, we must be willing to work with what we have (whatever) inside our box. Before we know the shortcut, we have to master the long cut.

 

I dont think outside the box, I think of what i can do with the box.

Kebanyakan supir yang tahu jalan pintas atau shortcut, mereka bisa tahu itu karena mereka sudah punya pengalaman menyetir yang lama sebelumnya.

Supporting Verse – Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. Pengkhotbah 10:10 TB

Beri saya 6 jam untuk menebang pohon, maka saya akan menggunakan 4 jam pertama untuk mengasah kapak – Abraham Lincoln.

Kebanyakan dari kita tidak mau belajar inside the box, karena hal itu bersifat membosankan, dan fundamental. Tetapi kita perlu melatih apa yang ada di tangan kita berkali-kali. Learn to be responsible with what’s inside the box.

Untuk seseorang bisa menjadi mahir dalam bidangnya, dibutuhkan 10.000 jam atau 10 tahun – Malcolm Gladwell.

Sharing Ps.Sidney – Saya sering bertemu dengan beberapa orang yang berkata kepada saya bahwa saya bisa menulis lagu dengan begitu mudah-nya. Tetapi saya langsung merespon dengan “Kamu melihat sekarang kalau proses-nya gampang, karena saya sudah melalukan ini selama 23 tahun”.

Dan disaat saya dan anak saya mendengar lagu-lagu yang saya ciptakan puluhan tahun yang lalu, mereka akan meresponi itu dengan kurang baik karena pada saat saya membuat lagu itu, saya belum mahir seperti sekarang.

Karena itu, penting bagi kita untuk “master” dan latih apa yang ada di tangan dan Box kita sekarang.

3. Kesalahpahaman bahwa untuk menjadi benar-benar Kreatif, tidak boleh ada Peraturan

Itu sebabnya ini menjadi gambaran seorang yang kreatif, dimana mereka tidak hidup di dalam peraturan. Tetapi ini adalah sebuah kesalah-pahaman, karena disaat tidak ada batasan dan peraturan, itu menjadi sebuah anarki dan bukan kebebasan.

Creativity grows when we honor and submit to the right limitation.

Seperti hal-nya Boss yang jika suatu hari berkata kepada semua pegawainya untuk “mengerjakan apa saja hari ini”, maka tugas dan hasil dari semua pegawai itu akan menjadi berantakan.

Begitu juga dengan suami yang bingung disaat istrinya berkata “apa saja”, saat diajak bepergian.

Diperlukan ada parameter dalam kreatifitas, saya ambil contoh di dalam musik bahwa setiap instrumen musik mempunyai fungsi masing-masing, seperti hal-nya gitar yang menjaga ryhtym, bass, drum, keyboard yang membawa core progression, dan semua alat musik ini punya limit dan parameter masing-masing.

Musik perlu parameter dan aturan yang jelas, dan akan ada harmonis dan keseimbangan yang terjadi disaat semua ini digabungkan dengan parameter yang baik.

Disaat kita melihat ada musisi yang begitu lihai berimprovisasi dengan gitar disaat memainkan instrumen-nya, ini bisa dia lakukan setelah dia berlatih begitu lama setiap harinya dan menggambarkan bahwa Improvisasi yang baik baru bisa terjadi setelah kita melatih diri kita, dengan apa yang kita punya di dalam box kita terlebih dahulu.

Pada saat kita mengerti bahwa ada limit dan parameter yang benar dalam hidup kita, akan ada kemerdekaan.

Kitab Imamat di perjanjian lama berisi begitu banyak peraturan bagi bangsa Israel dan terlihat membosankan, Tuhan menyadari bahwa tidak ada satu dari kita yang bisa hidup saja dengan peraturan, Tuhan melihat bahwa melalui anak-Nya, nama Yesus-lah yang bisa menyelamatkan kita semua dan bukan hanya melalui peraturan saja.

Yesus tahu kita butuh limit dan parameter, semua peraturan itu ada untuk kebaikan kita semua dan bukan untuk menyusahkan kita.

Pada saat kita taat kepada otoritas yang sebenarnya, kemerdekaan akan hadir dalam hidup kita, bukan karena tidak ada larangan, tetapi karena kita tahu ada Tuhan yang menjaga hidup kita, dan pada saat itu, hidup kita bisa membawa keharuman untuk Tuhan.

Learn the rules like a pro, so you can break them like an artist – Pablo Picasso

Bagi kita yang berpikir bahwa kita bukan orang yang kreatif karena keterbatasan yang ada di dalam hidup kita, kerjakan dengan setia akan apa yang ada di tangan dan dalam box kita, agar kita bisa menjadi mahir, keluar dan mengerjakan ide dan inovasi yang baru dan membawa sesuatu yang baik keluar.

Stop waiting for what you want, and start working what you’ve got. Your greatest limitation is God’s greatest opportunity – Steven Furtick

Tidak ada hal di depan yang lebih besar atau lebih kuat daripada Tuhan yang ada di sisimu.

Tidak ada masalah, tantangan, badai, atau gunung sebesar apapun juga yang lebih besar atau lebih kuat daripada Tuhan yang ada di sisi kita, yang akan memampukan kita untuk berkreatifitas, menjadi solusi, garam dan terang dunia.

 

NOTE:

Kotbah di sadur oleh 316Notes.com dari JPCC

Written by

Ps Sidney Mohede



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.