4 Hal Penghancur Pernikahan

Bookmark this
March 17, 2020 By Esther Idayanti

Pernikahan yang bahagia tidak terjadi begitu saja, melainkan diusahakan terus-menerus. Hindari hal-hal ini:

KRITIK. Tidak semua hal berkenan di hati kita, tentu ada hal-hal yang salah atau kurang, yang kita komplain. Boleh komplain dengan cara yang tepat untuk membawa kemajuan, tetapi hindari kritik karena melukai. Apa bedanya komplain dan kritik? Komplain menyatakan apa yang kita rasakan, "Saya kurang suka masakan ini karena terlalu manis." Tapi kritik adalah sebuah serangan terhadap pribadi seseorang, "Kamu memang tidak bisa memasak." Sebaiknya untuk setiap 1 komentar negatif, Anda harus beri 10 komentar positif. Setuju?

DOMINASI & KONTROL. Pernikahan yang sehat menempatkan suami isteri dalam kesetaraan, walaupun mereka memiliki peran yang berbeda. Tidak ada salah satu pihak yang mengontrol uang, menguasai anak, membuat semua keputusan dengan tangan besi. Yang pasif harus lebih berani, yang dominan harus lebih menahan diri.

PEMBIARAN (ABANDON) berarti tidak peduli, baik secara fisik maupun emosi. Secara fisik meninggalkan keluarga, berselingkuh, dll. Secara emosi berarti tidak peduli. Contohnya: suami atau istri pulang kerja terlalu lelah lalu duduk di depan TV hingga waktu tidur, tidak ada pembicaraan dan perhatian pada keluarga.

KEKERASAN baik secara verbal, emosional, maupun fisik. Bila Anda menjadi korban katakan, "Saya berkomitmen penuh dalam pernikahan ini, tetapi saya tidak mau dijadikan sasaranmu. Kamu harus cari bantuan untuk berubah." (Esther Idayanti)

CINTA ADALAH SEBUAH KONDISI DI MANA KEBAHAGIAAN ORANG LAIN SANGAT PENTING BAGI KEBAHAGIAAN ANDA (Robert Heinlein)

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.