Adil?

Bookmark this
January 28, 2020 By Esther Idayanti

Suatu hari Nasrudin, orang bijak di desa antah berantah, didatangi oleh tiga bersaudara. Ayah mereka baru saja meninggal dunia, dan mereka bertiga ingin meminta bantuan Nasrudin untuk membagi harta warisan dengan adil.

Sebelum membagi, Nasrudin bertanya, "Kalian ingin saya membagi dengan adil sesuai dengan keadilan manusia, atau keadilan Tuhan?" Dengan serempak ketiga pemuda itu menjawab, "Tentu saja sesuai keadilan Tuhan!" Maka Nasrudin membagi harta warisan itu dengan jumlah yang tidak sama, ada yang mendapat banyak, ada yang mendapat sedikit. Maka tiga bersaudara itupun protes, menurut mereka pembagian seperti itu tidak adil.

Tapi Nasrudin berkata, bukankah itu yang kita lihat di dunia, ada yang mendapat banyak, ada yang mendapat sedikit. Ada yang jenius, ada yang cukup pandai. Ada yang kaya raya, ada yang sederhana.

Bila manusia menganggap sama rata itu adil, mungkin tidak demikian dengan Tuhan. Melainkan bagi yang diberi banyak, akan dituntut banyak pula (pertanggung jawaban yang besar). Apa yang kita lakukan dengan apa yang Tuhan berikan, itulah yang dinilai oleh-Nya. Keadilan bukan mengenai jumlah, melainkan manfaat yang didapat dari jumlah tersebut untuk kesejahteraan bersama. (Esther Idayanti)

BERKAT YANG BESAR MENGANDUNG TANGGUNG JAWAB YANG BESAR PULA.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.