Anggur Yang Baru

Bookmark this
February 18, 2019 By Ps Jose Carol

Hari ini adalah Kotbah saya yang terakhir dalam tema “Renewing The Mind”. Saya percaya bahwa di dalam 2 bulan ini, banyak dari kita yang mengalami pembaharuan pikiran, dan saya harap perubahan hidup yang kita inginkan baik dalam pernikahan, kesehatan, dan keuangan bisa mulai dicicipi, baik besar maupun kecil.

Opening Verse – 5:36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 5:37 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 5:38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 5:39 Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik. Lukas 5:36-39 TB

Kalimat terakhir ini menggambarkan bahwa betapa sulitnya manusia ingin berubah, berapa banyak di antara kita yang bergumul untuk melepaskan yang “lama” dan menerima yang “baru”. Mau tidak mau, Kita harus mempersiapkan “kantung anggur yang baru”, kita tidak bisa  menampung apa yang baru yang disediakan dari Tuhan dengan hanya memodifikasi yang lama saja, Kita tidak bisa masuk ke level dan kehidupan yang baru dengan cara pikir yang lama.

Saya temukan ada banyak orang indonesia yang tinggal di luar negeri tetapi mempunyai cara pikir dan gaya hidup yang lama, itu sebabnya mereka perlu mengalami transformasi dan pembaharuan pikiran. Perubahan bukan seperti sesuatu yang membalikan tangan, tetapi adalah sebuah proses yang perlu ditindaklanjuti dan perlu waktu. Segala sesuatu yang datang dengan tiba-tiba kemungkinan besar tidak bisa bertahan lama, baik itu secara fisik ataupun mental.

Supporting Verse – 4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Efesus 4:22-25 TB

Beberapa waktu yang lalu, dalam menjelaskan tema renewing the mind, saya menggunakan ilustrasi sebuah kotak (form atau bentuk) yang mengahalangi pikiran kita sehingga hidup kita tidak bisa berubah, dan kita terus kembali dalam pola hidup yang lama.

Sharing Ps. Jose – Saya teringat di masa keicl saya, dimana ibu saya bekerja menjahit baju untuk membantu keuangan rumah tangga. Untuk baju yang bagus, perlu dibuat dengan pola yang bagus. Ibu saya membuat pola dahulu dengan kertas koran, saya seringklai ikut menggunting kertas koran tersebut dan kemudian ditempel oleh Ibu saya. Saya belajar dari kecil bahwa pola yang bagus akan menghasilkan baju yang bagus dan nyaman dipakai, sebaliknya jika polanya sala sejak awal, hasil akhirnya juga akan salah.

Jika kita ingin menginginkan hasil akhir yang bagus, mau tidak mau kita harus bisa melihat Pola. Sebagaimana pola sebuah baju menentukan hasil akhir baju itu, begitu juga dengan Pola Hidup kita. Apakah itu Pola kehidupan, pola kesehatan, pola keuangan, berpacaran, dan sebagainya. Kalau kita lihat polanya, kita bisa menebak hasil akhirnya.

Jika ada beberapa dari kita yang bertanya-tanya mengapa kehidupan saya tidak berubah, perhatikan pola kehidupan kita baik dari cara makan, mengatur keuangan, dan sebagainya. Karena kalau pola tidak berubah, hasilnya juga tidak akan berubah.

Begitu juga dengan kondisi pernikahan kita, jika ada yang berpikir bahwa tidak ada perubahan disana, apakah pola pikir kita mengenai pernikahan sudah banyak berubah? apakah isi hati kita dalam menjalankan pernikahan banyak berubah? jika kita masih menyimpan semua kesakitan dan trauma yang buruk disana, kita tidak akan bisa merubah hasil akhirnya. Ijinkan Tuhan bekerja disana dengan persetujuan kita agar hasil akhirnya bisa berubah.

Kita tidak bisa hanya menambal sedikit dari kain yang lama untuk menerima perubahan yang baru, transformasi bukan hanya sebuah slogan tetapi adalah perjalanan yang harus kita lalui dengan konsisten.

Di kotbah saya sebelumnya, saya mengatakan bahwa kondisi hati dan pikiran kita seperti tanah, ada benih yang jatuh di kondisi tanah yang berbeda-beda, benih yang jatuh ini adalah benih yang sama dan ditaburkan Tuhan kepada kita semua, tetapi sikap hati kitalah yang akan menentukan hasil akhir dari apa yang ditaburkan.

Supporting Verse – 13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Matius 13:3-9 TB

Kata “Hati” yang dipakai di ayat diatas (Matius 13), mempunyai definisi bahasa asli yaitu Kardia (kar-dee’ah), dengan arti : prolonged from a primary kap kar (Latin cor, “heart”); the heart is figuratively the thoughts or feelings (mind); also (by analogy) the middle: -(+broken-) heart (-ed).

Hati disini bukan hanya organ hati, tetapi secara kiasan dikatakan sebagai pikiran atau perasaan kita. Karena itu seringkali kita disaat sakit hati, kita merasakan dan menunjuk itu di tengah-tengah tubuh kita, ini tentu dikatakan secara kiasan.

Supporting Verse –  13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 13:14 Maka pada mereka genaplah c nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Matius 13:13-15 TB

Dari ayat diatas, kita bisa mengerti bahwa Tuhan memakai mata dan telinga kita untuk menyampaikan informasi, tetapi hati kita yang keras (atau tebal seperti dikatakan ayat diatas), sehingga apapun yang dilihat dan diengar tidak akan pernah ditanggapi dan dimengerti oleh kita.

Kita ingin adanya pemulihan? Mari mulai dengan mata dan telinga kita.

Semua yang kita dengar dan liat akan memasuki otak kita, diproses di dalam batang otak kita (disebut Brain Stem), dan informasi tersebut kemudian dilanjutkan dalam organ  factory of emotions or feelings (disebut thalamus and hypothalamus), yang kemudian menghasilkan kimiawi otak dan tubuh sehingga kita bisa merasakan apa yang kita dengar dan lihat.

Pikiran kita punya ingatan, Memory of the mind atau Cortex merekam kejadian dan apa yang terjadi, biasanya informasi seperti : What, When, How and Who datang dan direkam disini. Perasaan itu kemudian direkan dalam Memory of the feelings dengan organ bernama Amygdala.

Sharing Ps. Jose – Ini adalah cerita yang cukup lama, 9 tahun yang lalu istri saya pernah bercerita bahwa saya bermain bowling di Plaza Senayan, Saya mengikuti pertandingan bowling disana, Hana saat itu sedang hamil untuk anak kedua kami bernama Joanne, menggendong Nathan, dan juga membawa tas bayi dan stroller. Sementara disana hanya ada tangga untuk mencapai tempat bowling tersebut, Dia begitu kesal saat itu, terutama disaat saya terlihat “egois”  saat itu karena hanya sibuk membawa tas dan peralatan bowling. Hal itu membuat istri saya begitu kesal karena melihat saya yang kekanak-kanakan, dan perasaan itu tidak bisa dilupakan disaat dia mengigat “What, When, How and Who” akan kejadian ini.

Seringkali disaat ada konflik dalam pernikahan, suami fokus dengan informasi yang ada di Memory of the Mind (“What, When, How and Who”), dan istri akan fokus dengan perasaan mereka yang ada di dalam Memory of the Feelings.

Biasanya kita bertindak karena decision maker kita, tidak bisa tidak, tindakan kita ditentukan dengan apa yang ada dalam diri kita, dan dibuat dalam organ bernama Decision Maker atau disebut juga Hippocampus and Corpus Collosum.

Ingatan kita hanya bertahan selama 72 jam, jika apa yang ada di dalam diri kita tidak pernah berubah, maka setelah jangka waktu 3 hari, kita akan kembali dalam pola hidup yang lama, apalagi jika keputusan kita hanya dipicu dengan sesuatu yang diingat-ingat saja.

Banyak orang merekam stress, trauma dan frustarsi, karena itu semua disimpan di dalam diri orang tersebut, sehingga apapun yang terjadi, baik tempat tinggal, pasangan hidup, lingkungan, pekerjaan mungkin sudah berubah tetapi hidupnya tetap tidak berubah karena apa yang ada di dalam diri orang tersebut.

Itu sebabnya apa yang ada di dalam diri ita adalah tanggung jawab kita, jika kita tidak “let go” dan tidak mengubah pola apa yang ada di dalam diri kita, apa yang kita pikirkan dan rasakan, maka hasil akhirnya tidak akan berubah. Ada banyak orang mencoba membangun hidupnya tidak dengan pola yang harganya murah, melainkan dengan pertemanan yang kurang baik dan itu juga akan menentukan hasil akhir kehidupan mereka.

Supporting Verse – . 3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. Hikmat yang dari atas 3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. Yakobus 3:11-13 TB

Itu sebabnya kita harus memastikan mata air kehidupan kita, pastikan agar sumber mata air dalam kehidupan kita sehat.

Kalau ada di antara kita bertanya mengapa kondisi keuangan kita tidak pernah berubah? apakah kita sudah mempertimbangkan pola dan tata kelola yang ada?

Supporting Verse –  9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 2 Korintus 9:10 TB

30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; Yesaya 30:23 TB

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, Yesaya 55:10 TB

Tuhan memberikan kita benih untuk ditabur, dan roti untuk dimakan, dan Hujan bagi benih yang ditabur di ladang kita agar kita bisa menuai Buah-nya. Jika Hujan datang dan tidak ada benih yang ditabur, maka yang ada hanyalah kondisi yang becek di ladang.

Ada 2 istilah yang Tuhan pakai selalu, Dia memberikan benih, dan Roti. Pertanyaan-nya jika datang dalam bentuk bibit dan benih, gampang untuk membedakan antara benih dan roti, tetapi jika hal itu datang dalam bentuk roti, susah untuk membedakan-nya.

Disini saya punya beberapa ilustrasi untuk menggambarkan pola hidup kita, ada kotak dengan pilihan shopping yang terdiri dari beauty care, lifestyle (pola hidup seperti nonton, liburan, makan, etc),  Kemudian ada kotak travelling dengan isi leisure, dan selanjutnya ada kotak Tabungan yang terdiri dari uang pensiun, uang sekolah anak, dan tabungan liburan, dan yang terakhir ada kotak persepuluhan, yang terdiri dari persembahan dan excellent sacrifice.

Sharing Ps. Jose – Saya masih ingat di tahun 1998, disaat mulai merintis JPCC, keuangan kami sangat terbatas. Saat itu setiap bulan kami hanya mempunyai 3 juta, dan Pengeluaran kami saat itu begitu besar dan tiap bulan selalu keteteran dengan biaya yang ada, seperti uang sewa apartemen sebesar kurang lebih 1 juta, dan saat baru mulai punya anak, uang itu habis untuk hal-hal yang pokok seperti listrik, telepon, dan susu. Hampir mustahil bagi kami untuk mengisi kotak persepuluhan.

Tetapi Tuhan tidak pernah mengirim Debt Collector untuk hal persembahan, tetapi bagaimana saya bisa mengubah pola ini? Saya bahkan sampai tidak pernah melakukan travelling dan hal-hal leisure seperti menonton, makan diluar dan sebagainya. Saya begitu merasakan muak akan kondisi yang tidak berubah ini, dan mulai bekerja keras mengganti pola ini, terutama agar saya mau mulai menabur. Tuhan memberikan kita benih, tetapi jika kita tidak menabur benih itu, maka apa yang bisa kita tuai? Benih perlu ditabur dan waktu agar bisa menjadi roti.

Saya mulai mencoba bekerja keras mengganti pola ini, dan sejak itu hidup kami tidak pernah berkekurangan dan saya tidak pernah berhutang lagi sampai sekarang. Tuhan bisa melipatgandakan apa yang ada di dalam hidup kita. Semua ini dimulai dengan pola di dalam kehidupan kita.

Ps. Jose Carol

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatan:
Ringkasan Khotbah diambil dari 316Notes

Written by

Ps Jose Carol



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.