Berapa Hargaku

Bookmark this
February 11, 2020 By Esther Idayanti

Bayangkan bila anak saya datang dan berkata, “Mami, akhirnya aku layak untuk menjadi keluarga ‘Luwuk’ karena aku juara!” Kira-kira apa respon saya? Tentu saya berkata, “Kamu jadi bagian dari keluarga ini bukan karena kamu bisa mencapai sesuatu, tetapi karena kamu dilahirkan di keluarga ini!” Tidak ada satupun perbuatannya dapat menyebabkan ia menjadi bagian keluarga kami. Ini sudah pemberian. Sebaliknya, tidak ada kegagalan apapun juga yang bisa membatalkannya dari posisi nya sebagai anak saya. Ia dicintai dan dihargai bukan karena prestasinya, tetapi karena ia anak saya. Harga dirinya sudah ditetapkan, tidak memandang usahanya.

Tetapi kita terbiasa menilai harga diri kita seperti apa yang dunia lakukan: menilai diri sesuai prestasi, penampilan dll. Diterima dalam lingkungan tertentu karena golongan ‘platinum’, mendapat kursi terdepan karena jabatan, dihargai karena juara dll. Tidak heran bila seseorang merasa minder, tidak berharga, kurang keren, sehingga timbullah berbagai macam kompensasi: merendahkan orang lain supaya ‘harganya’ lebih tinggi, mengejar sejumlah deposito, berlebihan memoles penampilan untuk menyembunyikan ‘harga’ yang sesungguhnya.

Sebenarnya semua ini bergantung dari bagaimana kita memandang Tuhan. Apakah Ia sebagai ayah yang baik dan kita adalah anak-Nya, sehingga kita diterima tanpa harus berprestasi, tanpa syarat. Atau kita memandang Tuhan sebagai polisi yang mencatat dan menimbang segala perbuatan kita yang buruk dan yang baik. Bila yang terakhir ini menjadi pandangan kita, tidak heran bila kita seumur hidup akan bertanya-tanya, “Apakah aku layak?” atau “Apakah aku berharga?” Lalu kita berdoa lebih lama, memberi lebih banyak, bergantung pada perbuatan kita agar mendapatkan penerimaan. Ketahuilah, Anda sudah diterima dan dicintai, sejak pertama kali Ia menciptakan Anda, dan Anda berharga di mata-Nya (Esther Idayanti)

TUHAN MENCINTAI KITA KARENA SIAPA DIA, BUKAN KARENA APA YANG KITA LAKUKAN ATAU TIDAK LAKUKAN.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.