Editan

Bookmark this
March 16, 2020 By Esther Idayanti

Suatu saat saya ke salon dan menunjukkan model rambut yang diinginkan dari salah satu foto saya di HP. Orang salon ternyata tidak mengenali bahwa foto tersebut sebenarnya adalah foto saya. Wah, rupanya apa yang di foto jauh lebih bagus daripada aslinya! ahahaa... Padahal saya tidak pakai filter, hanya make up tipis untuk foto resmi.

Kecanggihan smartphone bisa membuat kita lebih cantik dari aslinya, bisa memperhalus dan membuat wajah lebih cerah. Apalagi ada berbagai apps yang bisa membuat mata lebih besar, hidung lebih mancung dan wajah lebih tirus.

Kini ada kecenderungan perempuan mengoperasi wajah supaya sama dengan wajahnya di Snapchat, FaceTune dll. Ada peningkatan operasi plastik hingga 55% pada tahun 2017 dibandingkan 2015.

Bila dulu mereka ingin operasi supaya menjadi seperti selebriti, sekarang mereka ingin seperti wajah editannya. Hal ini lebih sulit, karena orang tahu bahwa mereka tidak bisa seperti selebriti, tetapi kini mereka berharap besar jadi versi editan, yang tentunya tidak bisa diwujudkan.

Mudahnya mengedit wajah dan posting di medsos berdampak pada gambar diri perempuan. Sebuah study di International Journal of Eating Disorder menemukan bahwa remaja putri yang kerap melakukan foto editing, lebih merasa khawatir mengenai tubuh dan dietnya. Selain itu, mereka yang aktif di medsos dan selfie, jauh lebih rentan terhadap rasa rendah diri dan depresi, karena membandingkan dengan perempuan lain (yang biasanya editan juga).

Jadi, sadari bahwa apa yang Anda lihat seringkali bukan yang sebenarnya, melainkan standar yang tidak realistis. Ubah cara pandang Anda tentang kecantikan yang ekstrim: cantik atau jelek. Jangan terlalu rendah menilai diri, dan pikirkan bahwa orang melihat Anda lebih dari sekedar "wajah cantik", tetapi mereka ingin tahu apakah Anda bisa menjadi sahabat yang baik, apakah Anda bisa dipercaya untuk menjadi guru dari anak-anak mereka, dan interaksi lainnya. (Esther Idayanti)

KECANTIKAN BUKANLAH DI WAJAH; KECANTIKAN ADALAH CAHAYA DI HATI. (Kahlil Gibran) 

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.