FOMO

Bookmark this
February 11, 2020 By Esther Idayanti

Di sosial media kita melihat banyak hal menyenangkan yang dilakukan teman-teman kita: liburan, makan-makan, nonton bareng, shopping, dll. Kita berpikir, “Lalu, ngapain saya di sini bikin tugas yang tidak ada habisnya?” Kata orang kita mengalami FOMO atau Fear Of Missing Out. Maksudnya, kita cemas karena mungkin ada hal lain yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan apa yang sedang kita lakukan saat ini. Contoh lain, kalau kita diundang makan tetapi juga diajak nonton pada saat yang bersamaan. Lau kita pilih makan, tapi sambil mengunyah kita berpikir, jangan-jangan lebih “fun” pergi nonton. Lalu kita menyesal, dan apa yang kita lakukan jadi tidak menyenangkan lagi.

Kita hidup dalam dunia yang menawarkan banyak pilihan. Tetapi semakin banyak pilihan, semakin seseorang tidak bahagia dengan pilihannya, khawatir bahwa ada hal yang lebih menarik dan menguntungkan daripada apa yang dipilihnya. Ternyata, 70% milenial mengalami FOMO secara berkala. FOMO pertama kali diperkenalkan sebagai “loss aversion” oleh Daniel Kahneman, yaitu prinsip bahwa bahwa orang sebisanya menghindari kehilangan atau kerugian. Lebih baik tidak kehilangan Rp. 50.000, daripada mendapatkan Rp. 50.000. Karena rasa tidak nyaman gara-gara kehilangan dua kali lebih berat daripada rasa senang mendapatkan atau memenangkan sesuatu. Karena itu iklan menawarkan diskon dan berbagai taktik supaya Anda tidak “kehilangan” kesempatan untuk membeli barang tersebut.

FOMO terjadi ketika seseorang melihat keluar, bukan ke dalam. Daripada memerhatikan orang lain, lebih baik mendalami kehidupan kita sendiri. Pikirkan hal yang Anda syukuri dan sukai saat ini. Semakin Anda bersyukur, rasa galau itu semakin berkurang. Lalu, konsentrasi melakukan dan menikmati apa yang sedang Anda kerjakan (mindfulness). Tidak semua film perlu ditonton. Tidak semua hal perlu dilakukan. Tidak semua tempat liburan perlu dikunjungi. Nikmati apa yang ada di hadapan kita saat ini. (Esther Idayanti)

SAYA TIDAK PERLU MELAKUKAN APA YANG SEMUA ORANG LAKUKAN.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.