Hidup Takut Akan Tuhan

Bookmark this
February 16, 2019 By Leonardo Sjiamsuri, Dr., MTh.

HIDUP TAKUT AKAN TUHAN

Setiap kita mungkin memiliki rasa takut. Takut adalah sesuatu yang normal, tetapi jangan sampai dibayangi rasa takut. Takut itu sebenarnya lebih baik daripada kuatir jika takut yang positif, misalnya takut berbuat salah, takut melanggar hukum.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Tim. 1:7)

Ketakutan pada ayat tersebut adalah ketakutan yang negatif. Kita harus tahu bahwa ketakutan yang negatif itu bukan dari Tuhan. Jika setelah mendengar khotbah atau nubuat kita jadi takut berarti kita salah menangkap pesan Tuhan karena pesan Tuhan seharusnya memberikan damai sejahtera di hati kita. Kita harus mendeteksi hal-hal yang tidak beres yang menimbulkan rasa takut, misalnya punya trauma masa lalu.

 

Ketakutan positif yang harus kita miliki adalah takut akan Tuhan. Apa sebenarnya arti dari takut akan Tuhan?

  1. MEMBENCI KEJAHATAN

Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” (Ams. 8:13)

Takut akan Tuhan artinya mencintai kebenaran-Nya dan membenci kejahatan. Orang yang netral dengan kejahatan akan didatangi kejahatan sehingga jatuh dalam dosa. Jika kita tidak benar-benar meninggalkan dosa yang membelenggu kita di masa lalu, kita akan kembali berbuat dosa.

 

  1. SADAR SEPENUHNYA BAHWA KITA TIDAK MAU MENGECEWAKAN TUHAN

Takut akan Tuhan bukan takut dihukum, takut masuk neraka ataupun takut tidak diberkati. Tuhan kita tidak kejam, justru Ia sangat baik. Takut akan Tuhan artinya menghormati Tuhan, tidak mau mengecewakan Tuhan seperti seorang anak yang tidak mau mengecewakan dan mempermalukan orang tuanya.

"Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.” (Ul. 10:12-13)

Bukan persembahan yang Tuhan minta, tetapi hati yang takut akan Tuhan. Dengan takut akan Tuhan, kita akan memberikan persembahan dengan tulus untuk menyenangkan Tuhan, bukan sekedar kewajiban. Kita juga akan mengerti hati Tuhan yang mencintai semua manusia, bukan hanya orang percaya Kristus. Orang yang tidak percaya Kristus adalah anak Tuhan yang sedang tersesat seperti di perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-32) dan Tuhan mau mereka semua memperoleh keselamatan, sama seperti kita. Mengerti hati Tuhan membuat kita mau menjadi saksi Tuhan untuk memberitakan keselamatan kepada anak-anak-Nya yang tersesat.

 

Apa yang terjadi jika kita punya takut akan Tuhan?

  1. MUDAH MENYADARI DOSA/KESALAHAN KITA

Tanpa takut akan Tuhan, seseorang tidak akan peka menyadari kesalahan kita sehingga khotbah/nasihat tidak akan bisa mengubah orang itu. Orang yang takut akan Tuhan akan segera bertobat jika melakukan kesalahan.

 

  1. KITA AKAN MEMEGANG PERINTAH TUHAN

Hidup kita tidak akan sembrono karena memiliki perintah Tuhan sebagai pegangan. Anak yang menghormati orang tuanya akan memegang perintah orang tuanya, demikian pula kita kepada Tuhan.

 

  1. KITA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN IBADAH

Orang yang takut akan Tuhan tidak akan pernah melupakan waktu ibadah apalagi menggantikannya dengan aktivitas lain. Tidak akan ada alasan yang membuat kita menjauh dari ibadah. Kita akan memberikan waktu yang terbaik untuk beribadah karena Dia menjadi prioritas utama kita.

 

  1. MEMPEROLEH HIKMAT DARI TUHAN

Orang cerdas, ber-IQ tinggi belum tentu mampu menyelesaikan masalah hidupnya. Hanya hikmat yang bersumber dari Tuhan akan membuat kita kuat dan bisa menyelesaikan masalah sesulit apa pun “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Ams. 1:7)

 

Bagaimana cara membangun takut akan Tuhan?

  1. MENYADARI KEBERADAAN TUHAN DI MANA PUN

Kesadaran akan keberadaan Tuhan harus dibangun. Kita akan segan berbuat dosa karena tahu Tuhan melihat kita walaupun tidak ada orang yang melihat kita. Manusia mungkin bisa ditipu tetapi tidak dengan mata Tuhan.

 

  1. MENGALAMI TUHAN

Kekristenan tanpa mengalami Tuhan hanyalah sebuah agama. Kristus yang menyelamatkan dan memerdekakan kita, bukan agama. Tuhan menjadi esensi hidup kita setelah kita mengalami Dia.

 

  1. BANGUN HUBUNGAN AKRAB DENGAN TUHAN

Keakraban dengan Tuhan akan membuat kita diingatkan pada kesalahan kita, apa yang harus kita lakukan.

Mari membangun hidup yang takut akan Tuhan supaya kita tidak mengecewakan Dia dan kita hidup seturut kehendak-Nya.

Written by

Leonardo Sjiamsuri, Dr., MTh.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.