Keragu-raguan Menghalangi Janji Tuhan

Bookmark this
February 17, 2019 By Leonardo Sjiamsuri DR, M.Th.

Mazmur 12:7-8 “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

Setiap janji Tuhan pasti ditepati, tidak mungkin tidak digenapi. Seringkali janji Tuhan tidak terlaksanan dalam hidup kita bukan karena Tuhan lalai, namun manusialah yang tidak percaya kepada janji-janji-Nya.

Penyebab janji Tuhan tidak terlaksanan dalam hidup kita adalah keragu-raguan manusia terhadap janji. Yakobus 1:6-8 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Mengapa kita ragu-ragu akan janji Tuhan?

1. Karena kita kurang mengenal Tuhan.
Kita kurang beriman dan ragu-ragu akan janji Tuhan karena kurang beriman. Mazmur 103:7 “Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.” Seringkali kita hanya tertarik dengan mujizat yang Tuhan buat dalam hidup ini tanpa mau bergaul intim dengan Dia. Tetapi Tuhan mau agar kita seperti Musa, yang tidak hanya melihat tanda mujizat tetapi mengerti kehendak Tuhan. Kepada perempuan Samaria, Yesus menjelaskan agar dia menyembah kepada Allah yang benar. Allah menawarkan keintiman kepada manusia.
Yohanes 4:21 “Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.” Jangan sampai kita hanya menjadi penyembah Tuhan tanpa mengenal siapa yang kita sembah. Jangan menjadikan kekristenan hanya sekedar agama saja, tetapi kekristenan adalah mengenal dan bergaul karib dengan siapa yang disembah. Sebagai seorang Kristen yang benar hendaklah motivasi sentral kita adalah mencari Tuhan, bukan mencari ibadah yang hanya menyenangkan diri kita saja.

2. Karena kita mengerti ayat-ayat Firman Tuhan, tetapi tidak percaya.
Masalah orang Kristen adalah bukan karena tidak mengerti akan Firman Tuhan, tapi masalahnya adalah mereka TIDAK PERCAYA. Bagaimana janji-janji Tuhan digenapi bila mereka tidak percaya akan janji-Nya? Jika kekristenan hanya sebatas mengerti saja, itu tidak akan menambah iman kita sedikitpun. Kita akan mudah goyah bila terjadi goncangan dalam hidup ini. Bagi Tuhan, lebih baik umat-Nya “tidak mengerti”, namun percaya penuh kepada-Nya. Sama halnya dengan kita yang mengetahui bahwa doa itu penting, tetapi tidak melakukannya ketika kita menghadapi masalah hidup. Bila kita taat dan percaya, Tuhan akan membuka pengertian kita akan janji-janji firman-Nya. Tetapi jika kita mengerti akan firmanNya kita harus benar-benar hidup di dalam-Nya.

3. Fakta dan situasi yang kita hadapi seringkali membuat kita ragu-ragu.
Hal ini terjadi karena apa yang kita percayai berbeda dengan realita yang terjadi. Seringkali janji Tuhan itu tidak segera tergenap sesuai dengan kehendak kita. tetapi PASTI TERGENAPI seturut waktu-Nya. Yang kita harus tetap taat dan percaya. Peristiwa Abraham mengenai janji Allah yang akan memberikan anak kepadanya melalui Sara yang sudah tua, mewakili pernyataan di atas. Sara menjadi ragu karena Allah tidak segera memberikan anak kepadanya, padahal usianya sudah sangat tua. Ini membuat Sara mulai ragu akan janji Allah sehingga ia memberikan Hagar kepada Abraham agar memiliki keturunan.

Sebagai Seorang Kristen yang benar, jangan penah mencoba meragukan janji firman Tuhan dalam hidup ini. Meskipun kita kurang memahami dan mengerti tetaplah taat dan percaya Alamilah janji Tuhan dalam hidup mu!


 

Ps Leonardo Sjiamsuri
Ps Leonardo Sjiamsuri

 



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.