Ketaatan

Bookmark this
May 15, 2020 By Ps Jose Carol

Tema kita di bulan ini adalah tentang Ketaatan atau Obedience. Saya beri judul kotbah saya hari ini “The first lesson in life, a Teaching on Obedience”.

Saya sebut ini sebagai pelajaran pertama dalam hidup karena dua alasan. Pertama, karena Ketaatan adalah pelajaran pertama yang diberikan kepada Bapa di surga kepada Adam setelah membentuknya.  Perintah pertama kepada Adam dapat dilihat di ayat berikut

Opening Verse – Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:16‭-‬17 TB

Pada hari itu Elohim memberikan batasan dan aturan yang sangat jelas untuk manusia taati. Ketaatan adalah pelajaran yang sangat penting untuk kita dalam mempertahankan kehidupan dan kemerdekaan yang kita miliki dalam mengelola kehendak bebas yang menjadikan kita serupa dan segambar denganNya.

Kedua, saya temukan pewahyuan ini jiha terulang dalam kehidupan baru yang ada di bumi ini. Terutama dalam pengalaman kita sebagai orang tua dalam memberikan batasan dan peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak kita.

Mungkin kata “No” adalah kata pertama yang kita ajarkan kepada anak kita, dan dari sejak kecil kita harus mengajarkan ketaatan kepada anak kita.

Pada saat seorang anak tidak belajar untuk menghormati dan mentaati batasan di masa kecilnya, maka tidak akan ada barikade baja yang dapat membendungnya pada saat dia dewasa.
Itu sebabnya penting sekali kita belajar tentang ketaatan, ketaatan adalah sebuah proses yang harus kita pelajari dan tekuni dalam hidup kita.

Tantangan yang kita hadapi sekarang, terutama di dalam masa pandemi ini, adalah ada begitu banyak orang yang naif dan tidak peduli akan hal ini. Disaat Tuhan menciptakan manusia, Dia memberikan kita kebebasan (freedom) dan free will.

Free will ini jika tidak dikelola dengan baik akan membuat kita menjadi orang yang sangat individual dan self-centered, sangat mementingkan diri sendiri atau selfish dan tidak peduli dengan orang lain.

Kita ingin agar pada saat sekarang, negara dan dunia dipenuhi dengan orang yang punya pengertian dan consideration, karena jika ditelusuri, kita temukan bahwa negara-negara yang berhasil memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 dipenuhi dengan masyarakat yang punya pengertian dan consideration.

Sebaliknya negara-negara yang dipenuhi dengan masyarakat yang hanya mementingkan diri sendiri tidak berhasil memutuskan mata rantai penyebaran pandemi ini. Bahkan saya mendengar ada negara yang memprotes pemerintahnya karena membatasi kemerdekaan mereka.

Akan ada masalah yang terjadi jika kita tidak punya honor, consideration dan love kepada orang di sekeliling kita. Saya temukan di hari-hari ini, kita bisa telusuri bahwa ada tingkat ketaatan di dalam hal ini.

Ada beberapa pelajaran yang saya ingin bagikan tentang ketaatan, adalah sebagai berikut :

1. Obedience sets up a firm foundation for life.

Ketaatan membangun dasar kehidupan seseorang karena pada dasarnya manusia tidak suka didikte dan dikasih tahu. Kita begitu ingin punya kebebasan melakukan apa saja yang kita inginkan.

Ketaatan akan membangun dasar yang kokoh dalam kehidupan dan memampukan kita untuk membangun karakter dan nilai-nilai kehidupan di atasnya.

Supporting Verse – Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Matius 7:26‭-‬27 TB

Adam adalah salah satu contoh dari ketidak-taatan dan akibatnya ada konsekuensi yang harus kita hidupi sampai sekarang. Sebaliknya Kristus adalah contoh dari ketaatan sampai akhir hayat hidupnya di atas kayu salib.

Kemalangan kadangkala adalah manifestasi konsekuensi daripada ketidak-taatan kita dan bukan hukuman dari Tuhan sang pencipta semesta dan kehidupan.

Sharing Ps. Jose – Beberapa hari lalu saya membaca berita tentang apa yang terjadi di Ekuador. Di negara ini karena saking banyaknya korban pandemi dalam satu hari (bisa mencapai 5000 orang). Akibatnya, ada begitu banyak jenazah yang tidak bisa dimakamkan.

Inilah konsekuensi yang bisa terjadi disaat kita tidak taat akan aturan yang ada. Sama seperti keadaan Bangsa Israel disaat mereka dibebaskan dari mesir dan menuju tanah perjanjian. Tuhan bahkan sampai menyebut bangsa ini sebagai bangsa yang keras kepala.

Supporting Verse – Tetapi engkau, berdirilah di sini bersama-sama dengan Aku, maka Aku hendak mengatakan kepadamu segenap perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang harus kauajarkan kepada mereka, supaya mereka melakukannya di negeri yang Kuberikan kepada mereka untuk dimiliki. Ulangan 5:31 TB

But you stay here with me so that I may give you all the commands, decrees and laws you are to teach them to follow in the land I am giving them to possess.” Deuteronomy 5:31 NIV 


Tuhan memberikan perintah dan ketetapan kepada Bangsa Israel melalui musa. Menarik sekali bahwa di ayat ini Tuhan memberikan perintah, ketetapan dan peraturan (commandsdecrees and laws) yang sepertinya adalah 3 hal yang berbeda.

Ternyata perbedaannya bukan dari isi atau content dari apa yang Tuhan katakan. Tetapi perbedaannya ada di dalam konsekuensi dalam pelanggarannya.

Dalam masa pandemi ini, sejak tanggal 15 maret kita sudah temukan bahwa pemerintan sudah memberikan himbauan agar kita bisa bekerja, belajar dan beribadah di dalam rumah, dan sampai akhirnya menjadi sebuah peraturan yang sekarang kita kenal sebagai PSBB.

Bedanya apa? Isi dan penerapan tetap sama, tetapi yang berbeda adalah pelanggarannya. Pada saat hal ini masih berbentuk himbauan, yang kita langgar adalah etika bahwa kita tidak menghormati presiden dan pemerintah kita.

Tetapi jika hari ini kita melanggaran peraturan yang dikenal sebagai PSBB, maka kita melanggar hukum yang ada konsekuensinya, baik itu didenda atau sampai dipenjara.

Bedanya adalah konsekuensi daripada pelanggarannya. Bangsa Israel terus menjadi keras kepala dan tidak mentaati instruksi dari Tuhan, dan berakibat konsekuensi besar.

Ketaatan adalah dasar yang perlu dibangun, sebelum kita dapat membangun nilai-nilai kehidupan dan karakter yang baik di dalam kehidupan.
Supporting Verse – Tetapi jawab Samuel: “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan ? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. 1 Samuel 15:22 TB 

Dia berpikir bahwa dia bisa memberikan yang lebih baik dari ketaatan akan aturan yang Tuhan berikan, dengan menyelamatkan binatang yang seharusnya dikorbankan kepada Tuhan. Ketaatan dia jauh lebih berharga daripada pengorbanan yang dia coba berikan kepada Tuhan.

Our disobedience doesn’t just affect us. There are consequences for everyone around us. Sometimes, we can’t fix disobedience without a lot of pain. Sometimes we just can’t fix it all.
Ada banyak dari kita yang harus menghadapi konsekuensi karena kita tidak taat oleh kebenaran.

2. Obedience is a sign of Strength

Kekuatan seorang individu dapat dinilai melalui tingkat kepatuhan yang terbentuk di dalam dirinya.

Prinsip ini juga berlaku untuk sebuah masyarakat dan juga bangsa. Kita bicara bahwa tingkat hormat, pengertian dan kasih yang terbentuk dalam diri seseorang, termasuk juga tingkat pengendalian diri yang tidak akan bisa terbentuk jika mereka tidak secara progresif membangun ketaatan dari masa mudanya.

Negara-negara yang mampu mengendalikan pandemi ini adalah negara-negara yang masyarakatnya mempunyai tingkat kepatuhan, hormat, pengertian dan pengendalian diri yang sangat tinggi dalam kehidupan mereka.

Supporting Verse – Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” 1 Petrus 5:5 TB

Pada saat kita belajar untuk tunduk dan hormat kepada orang tua, atasan dan otoritas yang Tuhan sudah taruh dalam kehidupan kita disaat kita muda, kita belajar untuk membangun kekuatan dan kerendahan hati dalam hidup kita. Karena kerendahan hati akan menarik berkat dan favor dari Tuhan.


3. Obedience is a display and manifestation of Honor.

Berulang kali di Alkitab, kita temukan perintah untuk saling menghormati.

Supporting Verse – Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Efesus 6:1‭-‬3 TB 

Ketaatan dan Hormat, Obedience and Honor, adalah komponen yang tidak terpisahkan. Pada saat kita belajar untuk taat dan menghormati otoritas yang ada di atas kita, bukan hanya dasar kehidupan dan kekuatan yang terbangun dalam kehidupan, tetapi juga manifestasi dan pengungkapan dari rasa hormat akan membuat kita menjadi orang-orang yang terhormat.

Supporting Verse – Saudara-saudara yang menjadi hamba! Dalam segala hal, hendaklah kalian taat kepada tuanmu yang di dunia ini. Janganlah taat kepada mereka hanya pada waktu mereka sedang mengawasi kalian, karena kalian ingin dipuji. Taatilah mereka dengan hati yang ikhlas, karena kalian menghormati Tuhan. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. Ingatlah bahwa kalian akan menerima upah dari Tuhan. Apa yang disediakan Tuhan untuk umat-Nya, itulah yang akan diberikan kepadamu. Sebab majikan yang sebenarnya sedang dilayani oleh kalian adalah Kristus sendiri. Dan siapa pun yang berbuat salah, akan menanggung kesalahan-kesalahannya itu; karena Tuhan tidak memandang muka. Kolose 3:22‭-‬25 BIMK 

Saudara-saudara yang menjadi tuan! Hendaklah kalian memperlakukan hamba-hambamu dengan benar dan adil. Ingatlah bahwa kalian pun mempunyai seorang majikan di surga. Kolose 4:1 BIMK 

Kita menghormati otoritas di atas kita karena kita menghormati Tuhan. Demikian juga sebagai seorang yang punya otoritas kepada orang yang dipimpin, ketahuilah bahwa mereka juga punya Tuhan yang kepadanya perlu untun ditaati juga.

Seseorang yang mampu memimpin dengan rasa adil, maka kekokohan akan selalu ada dalam kepemimpinannya. Dan ini berlaku untuk setiap pemimpin baik di dalam perusahan, pemerintan dan juga di rumah tangga. Semua ini datang karena rasa taat yang kita miliki kepada Tuhan.

4. Obedience brings life, prosperity and purpose. 

Ketaatan akan membawa kehidupan, kelimpahan dan tujuan hidup dalam kehidupan.

Supporting Verse – Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan , Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki.” Ulangan 5:33 TB 

Walk in obedience to all that the Lord your God has commanded you, so that you may live and prosper and prolong your days in the land that you will possess. Deuteronomy 5:33 NIV 

Inilah perintah Tuhan kepada Bangsa Israel pada saat mereka akan memasuki tanah perjanjian. Kita akan mendapati kehidupan, kelimpahan, perkenanan Tuhan, dan menggenapi Rencana Tuhan bagi kita disaat kita melangkah dalam ketaatan. 

Saya berharap kita bisa melihat bahwa disaat kita bisa belajar untuk mengelola kemerdekaan dan pilihan bebas yang sudah kita terima, pada saat kita bisa mengelolanya dengan penuh ketaatan dan iman, maka kita akan bisa mengembangkan nilai-nilai yang baik dan bisa menolong kita untuk menghidupi kehidupan yang sudah dipercayakan oleh Tuhan dan bisa berbuah, terlepas dari musim apapun yang kita hadapi sekarang. 

Saya ingin tutup dengab Kisah Nuh, disaat dia menghadapi keadaan yang berat dan belum pernah ada sebelumnya dimana dia harus membangun bahtera, kerangka transportasi yang belum pernah ada sebelumnya dan untuk menghadapi keadaan banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Saat Nuh membangun bahtera, Hujan belum pernah turun di muka bumi ini. Diperlukan ketaatan dan iman yang luar biasa untuk Nuh dapat melakukan perintah Tuhan.

Saya yakin Nuh tidak baru mulai belajar untuk patuh dan taat kepada Tuhan saat momen Tuhan memberikan perintah untuk membuat bahtera ini kepadanya. Saya percaya kepatuhan dan ketaatan yang ada dalam hidup Nuh sudah terbangun dalam waktu yang cukup lama sebelumnya.

Seseorang tidak tiba-tiba patuh dalam hidupnya jika dia tidak secara konsisten membangun ketaatan dalam hidupnya. 

Saya tahu bahwa banyak di antara kita yang perlu terobosan dalam akhir-akhir ini. Tetapi mungkin hari ini adalah hari yang tepat bagi kita untuk merenungkan sendiri apakah selama ini kita taat dan setia akan hal yang kecil, dan tekun membangun ketaatan dalam hidup kita? 

Sehingga disaat tantangan yang lebih besar datang, kita punya tingkat ketaatan dan kepatuhan yang sama untuk menjalankannya dengan Iman yang kita terima dari Tuhan, agar kita bisa terus melakukannya sehingga Tujuan Tuhan akan hidup kita dapat kita penuhi.

 

Note: Outline kotbah dari JPCC dan disadur oleh 360Notes.com

Written by

Ps Jose Carol



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.