Kuk Yesus

Bookmark this
February 22, 2019 By Ps AR Bernard

Kuk Yesus

Dikatakan dalam Alkitab bahwa jalan menuju surga itu sempit adanya dan benar bahwa dalam perjalanan kedewasaan kita, kita pun mengalami penyempitan. Lingkaran relationship kita mulai berubah dari kuantiti ke kualitas. Ada pepatah mengatakan ketika Anda merasa bahwa Anda yang paling pintar di dalam grup, berarti sudah saatnya Anda mencari grup lain. Inti dari pepatah ini adalah untuk kita jangan pernah merasa sempurna, bahkan seharusnya kita mau mengakui kita terbatas dan mau terus menerus mengasah diri kita.

 

Mari masuk ke dalam Matius 11:28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Yesus menarik gambaran akan betapa ketatnya keterikatan agamawi yang orang Farisi, Saduki kepada orang-orang percaya. Aturan-aturan ini terlalu memperhatikan hal yang kecil namun melewatkan hal yang besar. Sedangkan Yesus menawarkan sebuah keterikatan yang lebih ringan berdasarkan kemerdekaan. Untuk bisa mengerti apa Yesus tawarkan, kita harus kembali dahulu ke Kejadian 1:26, dimana dalam ayat ini, Allah menciptakan manusia untuk 3 maksud.

  1. Relationship (hubungan kepada Allah dan sesama)
  2. Fellowship (persekutuan kepada Allah dan sesama)
  3. Service (pelayanan kepada Allah dan sesama)

3 hal inilah yang ada di benak Allah saat Ia menciptakan Adam atau kemanusiaan.Dia memberikan manusia kuasa untuk menguasai bumi dan juga memberikan mandat kepada manusia untuk beranak cucu. Jadi dengan begitu besarnya kuasa yang diberikan kepada manusia, bentuk pengelolaan yang manusia perlu buktikan kepada Allah dengan menunjukkan apa yang manusia lakukan terhadap sesama. 

 

Dikatakan juga bahwa kita serupa dengan Tuhan, dengan pengertian yang sama, berarti sebenarnya Tuhan dalam beberapa sisi juga sama dengan kita, tetapi ada beberapa atribut yang Tuhan tidak berikan kepada kita. Atribut-atribut Tuhan yang tidak Tuhan berikan kepada kita adalah :

  1. Omnipresent (Tuhan maha tahu) = Alasan kita bisa mengetahui, karena Tuhan tahu. Tuhan memberikan kepada kita pengetahuan karena bentuk kasih karunia Tuhan. Kasih karunia ini disebut dengan common grace, yaitu kasih karunia yang berlaku untuk semua manusia, terlepas apakah manusia itu baik / tidak. Contoh Common grace ini adalah matahari yang bersinar, udara yang dihirup, hujan yang turun. Jadi dalam Common Grace, manusia dapat menemukan ide, inovasi. Ide dan inovasi berasal dari pengetahuan yang gunanya untuk membantu manusia dalam hidupnya. Tetapi tolong dimengerti bahwa common grace ini berbeda dengan kasih karunia yang telah menyelamatkan kita.
  2. Omnipresent (Tuhan maha hadir) = Tidak ada satu pun tempat di dunia dan semesta ini dimana Tuhan tidak hadir. Bahkan Raja Daud pun berkata di dalam mazmurnya bahwa Tuhan maha hadir dimanapun. (Mazmur 139)
  3. Omnipotent (Tuhan maha kuasa) = Karena Tuhan maha kuasa, itulah kenapa kita memanggilnya dengan panggilan Almighty God, atau God Almighty.

Ini adalah atribut-atribut Tuhan yang tidak Ia turunkan. Dan atribut-atribut ini hanya dimiliki oleh Tuhan seorang. Tidak ada manusia, binatang, malaikat bahkan Iblis yang memiliki atribut ini. Karena 3 atribut ini, kita berbeda dengan Tuhan. Tetapi karena Tuhan mau agar kita dapat memenuhi 3 tujuan utama kita (relationship, fellowship, dan service), maka Tuhan mendesain kita untuk bisa mencapai tujuan itu. Maka perlu ada kecocokan antara manusia dengan Tuhan. Dan itulah kenapa Hawa diciptakan dari dan untuk Adam. Karena dari semua ciptaan Tuhan yang ada di bumi, Tuhan menemukan bahwa tidak ada satupun ciptaannya yang cocok untuk Adam. Tidak ada yang cocok.

 

Karena kita anak-anak Tuhan, Ia pun menurunkan gen-nya kepada kita. Pada saat dia menciptakan manusia dan Ia menghembuskan nafasnya, manusia mendapat keilahian Tuhan. Jadi, bagian mana yang membuat kita sama dengan Tuhan? Atribut apa yang kita miliki? 

 

1. Tuhan memberikan kita kuasa untuk bernalar.

Kita bisa membentuk pemikiran, pengertian, menimbang dan mengambil keputusan. Kita dapat seperti itu kaena ada keselarasan antara manusia dengan Tuhan. Tetapi saat dosa dan maut masuk ke dalam hidup kita, kemampuan manusia untuk bernalar menjadi rusak dan lemah. Tujuan kita berpikir sekarang menjadi berbeda dengan tujuan awal Tuhan.

 

Itu sebabnya ketika kita lahir baru, kita masih merasakan dampak dari kerusakan dosa. Itu sebabnya kenapa pikiran kita harus diperbaharui setiap hari dengan Firman Tuhan. Tugas Tuhan adalah menebus kita dari kematian rohani menjadi rohani yang hidup. Tetapi sudah menjadi tugas kita untuk mempertahankan pola pikir kita. 

 

11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"

11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

 

Perhatikan cerita diatas. Benar bahwa Yesus telah membangkitkan Lazarus, tetapi perhatikan! Kain kapan itu masih menempel kepada badannya dan orang-orang di sekitar lazarus membukakan kain-kain itu. Begitu juga dengan kita, kita harus membuka kain-kain atau sisa-sisa kain kapan yang menempel di tubuh rohani kita, karena sisa-sisa kematian masih menempel kepada kita.

 

2. Tuhan memberikan kita kuasa untuk berkreatifitas.

Tuhan memberikan kita kuasa untuk menciptakan dengan perkataan dan perbuatan. Ssaat Tuhan menciptakan manusia, Dia memperkenalkan kepada manusia namaNya, yakni Elohim (sang pencipta). Jadi kita sedang berada dalam posisi paling mirip dengan manusia saat kita menciptakan. 

 

Sayangnya kita terlalu sering tidak percaya kepada Tuhan, oleh karena itu kita jadi tidak memanfaatkan kreativitas kita. Padahal dari kreativitas itu, kita dapat merancang hidup kita. Saat Yesus menawarkan kelimpahan hdup, kita hanya bisa melakukan itu saat kita bisa melihatnya dalam kreatifitas kita.

 

Kreatifitas tidak hanya memampukan kita untuk berimajinasi, tetapi juga memampukan kita untuk memberikan arti yang baru dalam hubungan kita. Saat manusia membangun menara babel dalam kitab Kejadian 11, disana ditulis bahwa manusia sudah dalam 1 bahasa, 1 visi dan tidak ada satupun yang tidak bisa mereka bangun. Di sana Tuhan sendiri hadir sebagai saksi akan betapa kreatifnya manusia walaupun mereka berdosa. Dalam kitab Roma 1, Paulus mengatakan bahwa pikiran yang jatuh ke dalam dosa pun masih dapat bekerja menciptakan kreatifitas. 

 

Sangat disayangkan bahwa sekarang ini pikiran-pikiran yang jatuh ke dalam dosa lebih pintar ketimbang pikiran-pikiran anak-anak Tuhan. Bayangkan betapa kreatifnya para penjual narkoba yang berusaha memindahkan narkoba dari satu tempat ke tempat lain. Mulai dari menggunakan terowongan, menyelipkan narkoba di sisi mobil, dan lain sebagainya. Sayang sekali bahwa kreatifitas ini disalahgunakan. Jadi sekali lagi, You are most like god when you are creative. So act like God!

 

3. Tuhan memberikan kita kuasa untuk berkomunikasi.

Kreatifitas akan terhalang kalau kita tidak bisa berkomunikasi karena kreativitas perlu dikomunikasikan. Ketika manusia membangun menara Babel, Tuhan tidak mengambil kekuatan manusia untuk berkreatifitas, tetapi Tuhan mengambil kekuatan manusia untuk berkomunikasi. Tuhan mengacaukan bahasa mereka. Jadi seiring dengan kuasa menciptakan, Tuhan juga memberikan kita kuasa untuk berkata-kata.

 

 

Bapa mengutus Yesus mengalami kematian dan kebangkitan Yesus untuk menebus kita tujuannya adalah untuk memulihkan manusia agar manusia dapat mengenakan lagi atribut-atributnya seperti tujuan awal. Yesus menggunakan perumpamaan tentang kuk. Sebenarnya kuk yang dimaksud adalah hubungan dengan Yesus.

 

Sebenarnya apakah itu kuk? Kuk adalah sebatang kayu yang dipasangkan kepada dua binatang (biasanya sapi atau kuda) agar mereka dapat berjalan bersama-sama. Ada 3 macam kuk yang biasanya dipakai di binatang.

  • Kuk yang bentuknya seperti busur panah yang diletakkan di leher
  • Kuk yang dipasang di kepala atau tanduk
  • Kuk yang dipasang di antara bahu dan leher belakang 

Masalahnya begini, setiap kuk yang akan diletakkan / dipasang haruslah dibuat, diukur dan dipasang secara tepat agar mereka dapat berjalan berbarengan. Jadi Kuk yang dimaksud oleh Yesus adalah sebuah hubungan dimana Yesus dan kita dapat berjalan secara bersama-sama.

 

Pada waktu Yesus berkata bahwa Kuk yang ditawarkan kepada kita adalah Kuk yang ringan, Yesus menawarkan agar dengan siapapun yang mau menerima Kuk yang ditawarkan Yesus, beban orang tersebut juga akan ditanggung oleh Yesus. Oleh karena itu Alkitab mengatakan bahwa janganlah kita berpasangan dengan orang yang tidak seimbang / seiman. Karena apabila Anda terikat dalam hubungan yang tidak memiliki nilai yang sama, maka Anda akan mengikatkan diri Anda kepada konflik, perbedaan, pertengkaran, perbedaan nilai dan lainnya. 

 

Begitu pula dengan bisnis. Rekan bisnis Anda pun harus memiliki nilai yang sama, tujuan yang sama, arah yang sama karena kalau Anda tidak memiliki tujuan, nilai, dan arah yang sama maka Anda akan menanggung beban yang berat terlepas dari berapa banyaknya uang yang bisa Anda hasilkan.

 

Jadi kalau Yesus menawarkan kepada Anda sebuah Kuk, itu bukan karena Yesus mau menekan Anda, atau mengekang Anda, tetapi karena Anda unik. Saat Yesus mau memasang Kuk itu, dia sudah menilai, mengiku, menimbang akan semua kejadian yang telah terjadi dalam hidup Anda dan mau berjalan bersama Anda untuk sama-sama menanggung bebannya. Karena Dia tahu semua tentang Anda. (ingat bahwa Tuhan maha tahu).

 

Dan Dia memastikan, begitu Anda mau menerima tawaran untuk mau menerima Kuk yang Dia tawarkan, Maka Yesus akan mau berjalan dengan Anda. Dia akan mau memenuhi kebutuhan Anda karena Anda terikat dengan Yesus, maka kebutuhan Anda menjadi kebutuhanNya, penyakit Anda menjadi penyakitNya, ketakutan Anda menjadi ketakutanNya.

 

Tidak hanya memasangkan Kuk, Yesus juga mempertimbangkan cara belajar Anda. Yesus mengerti dan sadar bahwa setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Berikut adalah cara belajar manusia :

  1. Visual learner = Cara belajar yang mengedepankan visual di dalam pikiran manusia. Orang seperti ini adalah orang yang dapat membayangkan gambar di dalam pikiran mereka. Karena kekuatan visual mereka, Tuhan memperbesar kemampuan untuk bisa membayangkan. Oleh karena itu Roh Kudus biasanya memberikan mimpi kepada orang-orang yang memiliki cara belajar visual learner.
  2. Auditory Learner = Listening and thinking what they experience. Seringkali Auditory Learner disalahartikan mereka tidak menyimak padahal mereka sedang mencerna.
  3. Kinesthetic Learner = experience by touching and emotion. So you feel what you hear and what you feel. Wanita cenderung lebih kinestetik karena wanita cenderung mengambil apa yang mereka rasakan dari masa lalu terlepas apakah data masa sekarang itu valid. Orang-orang kinestetik cenderung menggunakan emosi mereka saat mengambil keputusan.

 

 

Sumber: Rangkuman Kotbah dari Ps AR Bernard di JPCC

Written by

Ps AR Bernard



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.