Level Kekristenan

Bookmark this
February 26, 2019 By Ps Leonardo Sjiamsuri Dr., M.A.

Level Kekristenan
Ayat : Wahyu 3 : 14-16

Tuhan tidak suka kepada orang kristen yang suam – suam kuku, Tuhan suka kepada orang
Kristen yang berapi – api, yang bergairah, dan roh yang menyala – nyala.
Kekristenan bukan suatu kegiatan atau perkumpulan sesuatu tapi kekristenan harus
mempunyai pengalaman dengan Tuhan dan perjumpaan dengan Tuhan serta mengalami
Tuhan sehari – harinya dalam hidup kita. Jika kita sebagai Kristen yang suam – suam kuku
sering mengalami keputus asaan, dari suatu pergumulan ke suatu pergumulan. Tuhan maunya
kita naik ke level berikutnya dari kemenangan ke kemenangan yang lain, dari kemuliaan ke
kemuliaan yang lain. Jika kita naik ke level berikutnya maka kita bisa lihat sesuatu yang besar
yang belum kita lihat sebelumnya.

Tuhan memberikan berkat sesuai dengan level Kekristenan yang ada dalam hidup kita.
Doa penting, tapi jika tidak mempunyai level otoritas yang tinggi maka doa kita tidak punya
kuasa, contoh : Elia waktu bertemu raja Ahab berkata tidak ada hujan di tanah Israel, dan
itupun terjadi karena Elia mempunyai level rohani dengan otoritas yang tinggi.
Kis 19 : 13,,di ceritakan bahwa ada 7 orang yang mau mengusir setan, tapi 7 orang itu tidak
mempunyai level otoritas yang sanggup mengusir setan, sehingga setan mengobrak – abrik ke-
tujuh orang itu sampai luka – luka.

Di mata Tuhan segala sesuatu di awali oleh hal rohani, Tuhan menyediakan berkat untuk
kita di alam rohani terlebih dahulu baru di aplikasikan dalam bentuk jasmani. Amsal 10 : 6,,
Berkat ada di atas kepala orang benar artinya berkat ada di alam spritual (rohani) dan akan
terjadi dalam bentuk jasmani. Jika kita mau mempunyai berkat yang luar biasa besarnya harus
tingkatkan terlebih dahulu level rohani kita dari satu level ke level berikutnya.

Cara untuk naik level berikutnya :

1. Fokus kepada Tuhan bukan kepada kepentingan pribadi kita.
Kita harus fokus kepada Tuhan apa yang Tuhan mau kepada kita, bukan hanya sekedar
pada kepentingan diri sendiri. Contoh: waktu ke gereja lebih baik mendengarkan suara
Tuhan dari pada hanya sekedar untuk kepentingan sendiri itu yang menyebabkan rohani
kita stak nan.
Filipi 1 : 21, Galatia 2 : 19,,hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan artinya jika
hidup kita sudah dipulihkan oleh Tuhan maka hidup kita bukan lagi untuk pribadi sendiri
tapi hidup untuk Kristus dan semuanya yang kita lakukan dalam apapun kita lakukan
untuk Kristus dan hidup dalam hukumnya Tuhan.
Amsal 20 :15,,orang yang mementingkan diri sendiri dengan jelas Alkitab mengatakan
diri kita seperti lintah.

2. Haus dan lapar akan Tuhan
Untuk punya rasa haus dan lapar akan Tuhan kita harus menghargai perkara – perkara
yang rohani. Contoh : waktu kita doa dan kita tidak doa, waktu kita baca alkitab dan
tidak baca Alkitab, tidak mengalami perubahan dan tidak ada artinya bagi kita, itu
membuktikan bahwa kita tidak haus dan lapar akan Tuhan. Jika kita memprioritaskan
Tuhan dari pada kesenangan duniawi (nonton, jalan”, dll) itulah orang – orang yang haus
dan lapar akan Tuhan, dan kerohanian kita akan terus naik dan mempunyai pandangan
yang berbeda.

Biarlah kita sebagai orang Kristen terus meningkatkan level rohani kita, sehingga memperoleh
sesuatu yang besar dari Tuhan.
 

Ps. Leonardo Sjiamsuri Dr., M.A.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ringkasan Kotbah diambil dari GBI Sudirman

Written by

Ps Leonardo Sjiamsuri Dr., M.A.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.