Memasuki Bahtera

Bookmark this
February 21, 2019 By Ps. Timotius Arifin

ENTER INTO THE ARK

Memasuki tahun 2019, bahaya terbesar yang akan kita hadapi adalah penipuan. Kita juga melihat di depan mata kita berdirinya ‘one world religion’ (satu agama dunia). Mereka berpandangan bahwa dalam hidup ini yang penting berbuat baik, rendah hati dan tidak melakukan yang jahat maka kita akan masuk dalam Kerajaan Sorga, tetapi Tuhan Yesus tidak mengajarkan demikian. Tuhan Yesus mengajarkan: “Bertobatlah! Sebab Kerajaan Allah sudah dekat!”. Perkataan bertobat tidak banyak disukai orang, bahkan banyak pengkhotbah-pengkhotbah yang tidak lagi mengajarkan tentang pertobatan dan merubah gaya hidup.

 (26) Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: (27)  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. (LUKAS 17:26-27)

Jika kita melihat sekeliling kita, dimana keadaan dunia semakin buruk. Begitu banyak pelanggaran, kejahatan dan kemrosotan moral serta kekejaman yang terjadi dalam kehidupan manusia seperti yang terjadi pada jaman Nuh. Hal ini memperingatkan kita bahwa kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Muncul juga suatu pengajaran bahwa pada masa pengangkatan semua orang percaya akan diangkat, mereka yang sungguh-sungguh ikut Tuhan maupun yang setengah-setengah. Semua orang sudah diselamatkan karena darah Yesus. Tentunya Tidak! Pada jaman Nuh, dari seluruh dunia hanya 8 orang yang diselamatkan dan beberapa binatang yang masuk ke dalam bahtera. Demikian juga pada jaman Lot, hanya 3 orang yang diselamatkan ketika Tuhan menurunkan hujan api dan belerang untuk membinasakan mereka semua. Lot ditarik keluar, barulah hujan api dan belerang datang.

(28) Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. (29) Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. (30)  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. (LUKAS 17:28-30)

Tidak semua orang diselamatkan, hanya mereka yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Raja, dan hidup benar dihadapanNya. Belajar dari kehidupan Nuh, hal-hal apa yang harus kita tingkatkan untuk mempersiapkan diri menyambut kedatanganNya yang kedua kali? Untuk memudahkan kita pakai akronim nama Nuh itu sendiri yaitu N.O.A.H.

NEAR (Kedekatan)

Kedekatan adalah kualitas hubungan kita dengan Tuhan maupun sesama. Oleh sebab itu kita harus semakin meningkatkan kedekatan hubungan dengan Tuhan, keluarga inti dan sesama kita serta menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan. Nuh memiliki kedekatan dengan Tuhan karena ia hidup berjalan bersama Tuhan (Noah walked with God – Kejadian 6:8-9). Kedekatannya dengan Tuhan menghasilkan kasih karunia dan anugerah Tuhan dalam hidupya. Nuh tidak hanya sekedar hidup tetapi ia juga memberikan dampak sebagai orang benar dan tidak bercacat di hadapan Tuhan.

OBEDIENCE (Ketaatan)

Ketaatan yang kita lakukan akan berlawanan dengan roh dunia yaitu kedurhakaan, tidak tunduk otoritas  dan melawan hukum. Kehendak Tuhan adalah kekudusan hidup kita (1 Tesalonika 4:3).  Nuh adalah orang yang taat terhadap perintah Tuhan. Ia membangun bahtera sesuai perintah Tuhan karena ia senantiasa bekerja bersama Tuhan (Noah worked with God – Ibrani 11:7). Sebagai umat Tuhan kita harus memiliki ketaatan kepada Tuhan karena Tuhan ingin supaya kita tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Kristus (1 Tesalonika 3:13).

AVAILABILITY (Ketersediaan)

Waktu Nuh dipanggil Tuhan untuk membangun bahtera, ia berusia 500 tahun. Seratus tahun ia melayani Tuhan membangun bahtera dan sesudahnya air bah datang. Nuh mendedikasikan hidupnya hanya untuk Tuhan dan menjadi pemberita kebenaran pada orang-orang sejamannya (Noah Witnessed for God – 2 Petrus 2:5).  Nuh adalah satu-satunya orang yang tersedia untuk menggenapi rencana Tuhan bagi dunia.

HOLINESS (Kekudusan)

Pengertian kudus (suci) adalah dikhususkan. Hidup kita harus dikhususkan hanya dipakai oleh Tuhan bukan yang lain. Nuh senantiasa membangun hubungannya dengan Tuhan dengan mendirikan mezbah dan mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan. Nuh adalah seorang penyembah (Noah worshipped God – Kejadian 8:20).

Selain  menghadapi “one world religion”, kita juga masuk dalam peperangan rohani yang hebat akhir jaman ini. Kita harus mempersiapkan diri dan generasi di depan kita. Ada regenerasi yang harus kita persiapkan. Kegagalan Nuh dan Lot adalah tidak bisa regenerasi. Nuh mengutuk putranya ketika ia mabuk dan telanjang. Janji Tuhan bahwa Ia akan membangkitkan putra-putri kita sebagai generasi anak panah dan seperti pedang di tangan pahlawan (Mazmur 127:4, Yesaya 9:13). Tuhan juga akan membangkitkan burung buas dari timur dan orang yang melaksanakan segala ketetapanNya (Yesaya 46:11).

Air bah datang ketika Nuh dan seluruh anggota keluarganya sudah masuk ke dalam bahtera. Tidak semua orang bisa masuk dalam bahtera. Miliki kualitas hidup Nuh yang senantiasa hidup berjalan bersama Tuhan, bekerja bersama Tuhan, menjadi pemberita kebenaran dan menjadi penyembah Tuhan.  Pastikan diri kita sudah berada di dalam bahtera dan hidup kita sudah diselamatkan!. Amin.

 

Sumber: GBI ROCK Lembah Pujian Denpasar

 

Written by

Ps. Timotius Arifin



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.