Mengalami Mujizat Setiap Hari

Bookmark this
February 16, 2019 By Leonardo Sjiamsuri, Dr., MTh.

MENGALAMI MUJIZAT SETIAP HARI 

 

Yohanes 2:1-11
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid- murid- Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada- Nya: ” Mereka kehabisan anggur. ” Kata Yesus kepadanya: ” Mau apakah engkau dari pada- Ku, ibu? Saat- Ku belum tiba. ” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan- pelayan: ” Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! ” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing- masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan- pelayan itu: ” Isilah tempayan- tempayan itu penuh dengan air. ” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: ” Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta. ” Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu– dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan- pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya– ia memanggil mempelai laki- laki, dan berkata kepadanya: ” Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang. ” Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda- tanda- Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan- Nya, dan murid- murid- Nya percaya kepada- Nya.

1. Melatih reaksi kita bukan secara manusiawi, namun dengan cara iman kita

Jika kita mau melihat mujizat terjadi dalam hidup kita, kita harus melatih reaksi kita bukan secara manusiawi. Kita harus belajar meresponi dengan cara percaya kepada Tuhan. Secara manusia kita tahu tidak mungkin, tetapi kita meresponi dengan iman percaya bahwa itu mungkin, maka mujizat akan terjadi. Dan hal semacam ini perlu latihan.

Alkitab berkata bahwa sesuatu yang kelihatan hari ini banyak terjadi dari hal-hal yang tidak kelihatan. Apa yang kita alami hari-hari ini tanpa kita sadari adalah hasil dari mujizat dan penyertaan Tuhan. Namun ironisnya kita lebih suka merespons dengan komplain dan marah-marah. Secara natural kita tidak bisa melihat Allah, namun percayalah bahwa Tuhan yang tidak terlihat itu sanggup melakukan mujizat demi mujizat.

Mujizat tidak selalu hal-hal yang besar. Tetapi hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup kita pun adalah mujizat Tuhan.

2. Melatih fokus kepada Yesus lebih daripada persoalan/masalah yang dihadapi

Kemampuan Tuhan lebih dari segala sesuatunya. Janda Sarfat hanya fokus melihat kekurangan tepung terigunya yang mana setelah ia makan lalu meninggal. Namun ketika Elia merubah fokus hidupnya untuk mendahulukan Tuhan, maka mujizat tepung terigu yang tidak pernah habis itu terjadi.

Ingatlah bahwa Allah sanggup melakukan melampaui apa yang kita doakan dan pikirkan. Hal ini berarti bahwa kuasa Tuhan tidak bisa dibatasi oleh doa dan pikiran kita. Namun seringkali kita lebih suka menceritakan masalah kita kepada orang yang kita anggap berpengalaman. Dan yang terjadi seringkali bukan masalah menjadi beres, namun justru semakin parah.

Saat kita mengalami masalah, ceritakan lebih dahulu masalah kita kepada Tuhan, bukan kepada orang lain. Semakin kita fokus akan kebesaran Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan, maka masalah kita akan selesai. Namun jika kita lebih suka menceritakan masalah dan masalah kita, maka kita akan berfokus dengan masalah tersebut dan bukan kepada kebesaran Tuhan.

Mungkin kita berkata ini bukan waktunya mujizat Tuhan dan jalan keluar terjadi bagi hidup kita. Ketahuilah bahwa mujizat Tuhan itu untuk semua orang. Hari ini adalah harinya Tuhan untuk mujizat Tuhan terjadi. Tetap pegang iman kita bahwa kita pasti akan mengalami mujizat Tuhan saat ini.

3. Belajar mendengar suara Tuhan yang selalu baru setiap hari

Apapun yang Tuhan katakan , sekalipun itu tidak masuk akal, perbuatlah itu. Untuk mendengar suara Tuhan itu memerlukan waktu. Jadi kita perlu menghabiskan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, untuk belajar mendengar suara Tuhan.

4. Buatlah itu

Mujizat itu bukan hanya membutuhkan iman percaya. Mujizat terjadi saat kita pertama kali melangkah dan melakukannya. Apapun yang Tuhan suruh kita lakukan, lakukanlah. Sekalipun itu tidak masuk akal di mata dan pikiran manusia, lakukanlah.

Saat di Kana kekurangan anggur, Tuhan justru menyuruh menuang air. Saat janda hamba Tuhan terlilit hutang, Elisa justru menyuruh mengumpulkan buli-buli tempayan minyak dengan jumlah yang tidak terlalu sedikit. Anggur dan air, serta hutang dan buli-buli tempayan minyak sama sekali tidak berhubungan, namun saat percaya dan melakukannya, maka mujizat pun terjadi.

Kadang waktu mengambil langkah pertama, tidak ada sesuatu terjadi. Teruslah melangkah dan tetaplah melangkah, sampai waktunya Tuhan membuat mujizat, maka mujizat terjadilah. Teruslah melangkah sampai titik terakhir, maka Tuhan akan membukakan pintu mujizat itu bagi kita.

Pro M 26 Oktober 2013 Kotbah

Road to Miracle bukan hanya menjadi sebuah tema, namun biarlah itu menjadi hal-hal yang akan terus kita alami dari hari ke hari dalam hidup kita.

 

Source: Rangkuman Kotbah Ibadah Pro-M Revolution 26 Oktober 2013 – Gereja Mawar Sharon Surabaya

Written by

Leonardo Sjiamsuri, Dr., MTh.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.