Never Say I can't

Bookmark this
July 02, 2019 By Esther Idayanti, M.A.

Yang menarik tentang pekerjaan saya yang lalu adalah kesempatan untuk mewawancarai banyak orang dari berbagai macam latar belakang: pemusik, politikus, mantan menteri, pendeta, kyai, konglomerat, pemulung, dll. Tetapi salah satu yang paling menarik adalah bertemu dengan Mark Inglis, seorang yang mencapai puncak Everest dengan dua kaki palsu! Mendaki puncak Everest (9000 meter, suhu minus 60 derajat Celcius) dengan kaki asli saja sudah luar biasa susahnya, apalagi dengan kaki palsu. Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun saat mendaki, karena seorang pendaki bisa kehilangan nyawanya. Para pendaki menunggu cuaca baik di “base camp” selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. 

Mark dulunya adalah anggota regu penyelamat di New Zealand. Saat ia berusia 22 tahun, ia terperangkap cuaca buruk, mengalami “frost bite” sehingga kedua kakinya terpaksa diamputasi. Ia sempat mengalami depresi berat, karena dari seseorang yang menyelamatkan orang lain, ia menjadi seseorang yang bergantung penuh pada orang lain. Ia berkata, “Tantangan terbesar saya bukanlah belajar berjalan, tetapi belajar bahwa hidup adalah suatu kesempatan, bukan kerugian.”

Bila orang menyembunyikan kecacatannya, Mark sengaja mengenakan celana selutut, supaya orang bisa melihat kedua kaki palsunya. Menurutnya, kecacatan yang sebenarnya adalah cara berpikir yang salah. Ketika ditanya apa yang paling sulit, ia menjawab, “Butuh 40 hari untuk mencapai puncak Everest. Mendekati puncak, dalam ketinggian 5000 meter, ada wilayah yang disebut ‘Death Zone’ yang sangat sulit ditaklukkan. Tetapi yang paling sulit adalah 15 meter sebelum mencapai puncak, ketika itu Anda bertanya pada diri Anda 'Why should I?' (Mengapa saya perlu lakukan ini). Sangat mudah untuk menyerah, tetapi saya belajar bahwa terobosan biasanya terjadi tepat sebelum Anda menyerah.” Mendengar kisahnya, membuat kita berpikir beberapa kali sebelum berkata "tidak bisa"! (Esther Idayanti)

BULATKAN TEKAD ANDA.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.