Pengalaman

Bookmark this
March 17, 2020 By Esther Idayanti

Seorang remaja berusia 11 tahun, Tony, ditinggalkan begitu saja di rumah sakit oleh orangtua angkatnya. Lalu ia ditempatkan di bawah pengaturan negara. Pekerja sosial yang menangani Tony menelepon Peter Mutabazi, seorang relawan orangtua angkat sementara (foster parent), untuk bertanya apakah ada kamar kosong di rumahnya untuk Tony menginap di akhir minggu. Peter menerima Tony, bukan hanya untuk akhir minggu, tetapi ia mengadopsi Tony untuk seterusnya.

Rupanya Peter pernah mengalami keadaan yang mirip dengan Tony. Peter yang lahir di Uganda mengalami kekerasan ketika ia berusia 10 tahun, sehingga ia lari dari rumahnya. Untunglah ada seseorang yang menerima Peter, menyekolahkan dan mendukungnya. Namin Peter masih hidup dalam kemiskinan yang parah, “Saya hidup di mana tidak ada yang mendorong saya untuk bermimpi dan tidak ada masa depan buat saya.” Jalan hidup Peter berubah ketika ia pindah ke Amerika.

Tony kini tinggal dengan Peter yang mengadopsinya. Memang tidak mudah, karena Tony telah mengalami trauma akibat diterlantarkan dan berpindah-pindah rumah penampungan. Tetapi Peter tahu bagaimana menolong Tony, karena ia pernah mengalami hal yang sama.

Penderitaan kita tidaklah sia-sia. Ada maksud di balik penderitaan. Penderitaan membuat kita memiliki kekuatan dan ketrampilan untuk menolong sesama yang mengalami hal yang sama. Penderitaan juga menambah kebijaksanaan seseorang, di samping memberinya hati yang mampu berempati pada orang lain, karena ia bisa merasakannya. Ketika kita menghibur orang lain yang berada dalam penderitaan, kita ikut terhibur.

Kita tidak pernah mengerti mengapa penderitaan mampir dalam hidup kita, tetapi kita tahu bahwa melalui hal itu kita dipersiapkan untuk menolong orang lain. (Esther Idayanti)

JANGAN SIA-SIAKAN PENDERITAAN ANDA. GUNAKAN UNTUK MENOLONG ORANG LAIN. (Rick Warren)

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.