Penyembahan

Bookmark this
August 01, 2019 By Aries Zulkarnaen

Ayat bacaan: Yohanes 4:4-41, (PB hal 114)

Wanita Samaria ini sedang mencari air, yaitu suatu gambaran tentang kebutuhan jasmani maupun rohani.

Di dalam Yohanes 4:14, Tuhan Yesus hendak berkata: "Kamu memiliki kebutuhan dan biarkan AKU mencukupi kebutuhanmu itu".

Tetapi Yesus menjawab dengan ayat 16-18. Karena ayat ini, kita seringkali berpikir bahwa wanita ini tidak bermoral karena dia memiliki "5 orang suami". Namun sebenarnya apakah maksud Yesus dengan "suami" itu? Lihat Yesaya 54:5 (PL hal 793), jadi maksud Yesus dengan "suami" adalah "allah". Jadi Yesus berkata: "memang benar engkau mempunyai banyak kebutuhan, dan saat ini AKU menantang agar kamu panggil tuhan/dewa kamu dan kamu minta tuhanmu itu untuk memenuhi kebutuhanmu itu". Si wanita menjawab bahwa dia tidak punya suami, artinya wanita itu tidak mempunyai satu Allah, dia menyembah banyak allah dan dewa.

Peristiwa ini terjadi di Samaria yaitu Israel bagian utara. Lihat 2 Raja-raja 17:5, 24, 30, 31, 32 (PL hal 421). Jadi, orang-orang Samaria ini tidak hanya menyembah TUHAN (Yahwe) saja, karena ketika bangsa asing menduduki tanah Israel, bangsa-bangsa ini juga membawa dewa-dewa mereka. Jadi, Tuhan Yesus hendak berkata bahwa : "TUHAN Yahwe yang disembah di Samaria itu bukanlah satu-satunya allah yang disembah oleh wanita ini dan oleh orang Samaria". Ada 5 dewa allah lain yang mereka sembah. Itulah sebabnya wanita ini terus-menerus haus dan lapar secara rohani. Orang yang menyembah banyak allah/dewa tidak akan pernah terpuaskan. 

Orang di dunia saat ini memiliki banyak dewa dan tuhan untuk memenuhi kebutuhan mereka, misalnya ada Dewa Keamanan, Dewa Kesembuhan, Dewa Kekayaan, Dewa Kesuburan, Dewa Uang dan lain-lain. Itulah sebabnya Yesus menantang wanita ini. Yesus hendak berkata bahwa kamu tidak perlu banyak tuhan untuk memenuhi semua kebutuhanmu itu. Semuanya itu ada di dalam TUHAN Yahwe: DIA-lah Yehova Tsidkenu (Benar dan Adil), Yehova Rapha (Penyembuh), Yehova Jireh (Mencukupi Segala Kebutuhan), Yehova Rohi (Gembala Yang Baik), dan lain-lain. Demikian juga dalam kehidupan kita sekarang ini, kita tidak memerlukan banyak dewa-dewa untuk memenuhi seluruh kebutuhan kita. Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus sanggup dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan kita itu. Tuhan Yesus bukanlah salah satu bagian di dalam kehidupan kita, tetapi DIA-lah satu-satunya dan yang terutama. Kalau kita ingin dipuaskan dan mendapatkan mata air yang kekal, maka kita harus datang dan menyembah hanya Tuhan Yesus Kristus.

Sebelum nenek moyang bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, Tuhan menghendaki agar bangsa itu lebih dahulu menyembah TUHAN, jangan selalu memikirkan "susu dan gandum": kekayaan yang ada di Tanah Perjanjian. Saat bangsa itu ada di padang gurun, mereka dipenuhi dengan banyak mujizat Allah: ada manna, ada daging burung puyuh, ada air bersih, yang memenuhi kebutuhan mereka tanpa bersusah payah. Mereka hidup di dalam mujizat. Mereka begitu kenal dengan Tuhan. Tetapi, TUHAN berfirman kepada Musa, bahwa setelah mereka memasuki Tanah Perjanjian itu, semua mujizat itu akan berhenti dan bangsa itu harus belajar bekerja, memakai seluruh talenta dan mengelola bahan di dalam bumi Tanah Perjanjian ini. Tuhan berjanji akan memberkati pekerjaan mereka.

Itulah sebabnya Tuhan lebih dahulu memberikan "10 Perintah Allah" (Keluaran 20:2-17; PL hal 80) dan membuat Perjanjian dengan bangsa itu. Mengapa? Karena generasi yang akan memasuki Tanah Perjanjian itu adalah generasi kedua dan ketiga, yang tidak melihat mujizat Allah itu. Lihat Keluaran 20:2, tujuannya agar jangan sampai generasi berikutnya itu lupa kepada TUHAN Allah yang membebaskan nenek moyang mereka dari Mesir. Ketika mereka bekerja dan diberkati di Tanah Perjanjian, jangan sampai melupakan TUHAN. Demikian juga kita setelah bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan, saat hidup kita mulai diubahkan dan mulai diberkati di dalam bisnis dan pekerjaan. Kita perlu diingatkan untuk selalu menyembah Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya ALLAH, yang membebaskan kita dari dosa. Dalam Keluaran 20:8-11, mereka diingatkan untuk beribadah di hari Sabat. Sebab saat mereka di tanah perjanjian, mereka akan melakukan banyak hal dan pasti akan sibuk. TUHAN hendak mengingatkan di dalam kesibukan mereka agar jangan lupa pada hari Sabat untuk beribadah kepada Tuhan. Kita juga harus beristirahat dihari Minggu dari segala pekerjaan dan kesibukan, memberikan waktu untuk datang beribadah ke gereja. Dan didalam Keluaran 20:12, Tuhan berpesan kepada generasi berikutnya agar mereka menghormati dan menuruti firman Tuhan ini, yang disampaikan melalui pendahulu mereka. Dalam Yohanes 4: 21-24, 39-41, Tuhan datang hendak mencari penyembah yang benar. Sebab, seorang penyembah yang benar akan diberkati TUHAN dan akan berdampak dan menjadi berkat.

Jika kita ingin melakukan hal yang besar maka kita harus semakin dalam dan semakin intim di dalam DOA dan PENYEMBAHAN kepada Allah Tuhan Yesus Kristus. Kita harus menyembah dan menempatkan TUHAN lebih daripada bisnis, pekerjaan, kekayaan, dan karir kita. Amin. 

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Sermon By : Ps. Aries Zulkarnaen dikotbahkan di GBI PRJ

Written by

Aries Zulkarnaen



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.