Pilih Pilih


PILIH-PILIH

Nasihat penting buat para jomblo, kalau cari calon pilihlah yang “husband/wife material” alias cocok jadi suami/istri, bukan “boyfriend/girlfriend material” atau sekedar pacar. Memang biasanya orang cari pacar yang keren, “fun”, enak buat main. Tapi cari suami harus lebih serius dari itu. Nasihat ini rupanya cocok juga untuk memilih presiden. Memilih presiden seperti memilih suami, bukan pacar.

JANJI VS. BUKTI. Pacar sering mengumbar janji manis yang enak didengar. Tetapi kalau memilih suami, harus pilih yang sudah terbukti. Terbukti bisa kerja dan ada hasilnya, soalnya dia perlu kasi makan anak istri. Terbukti perkataannya benar, soalnya kita tidak mau digombalin doang. Apakah capres yang kita pilih sudah terbukti kinerjanya? Bagaimana prestasinya di masa lalu? Apakah perkataannya bisa dipegang dan dipercaya, bukan sekedar hoax? Apakah perkataannya konsisten tidak berubah-ubah? Dan apakah perkataannya sejalan dengan kehidupannya (ada integritas)?

EGOIS VS. MENGAYOMI. Kalau pacar biasanya egois, minta diperhatikan terus. Tapi cari suami harus yang mengayomi dan melayani keluarganya. Cari capres juga jangan yang egois, maunya menang, bahkan dengan segala cara, contohnya kampanye hitam, hoax, politik uang, dll. Kalalu demikian, ia hanya mau menang, bukan mau melayani rakyat. Pilih presiden harus yang mau mengayomi rakyatnya, bahkan menjangkau rakyat yang terpinggirkan dan minoritas.

MANIPULATIF VS. JUJUR. Kalo cari calon suami harus yang benar-benar jujur, supaya kita bisa tenang karena tahu kita tidak dibohongi, apalagi soal yang sensitif seperti uang. Kalau baru jadi pacar saja sudah bilang, "Bohong-bohong dikit (korupsi dikit) gak papa," bagaimana nanti kalau sudah jadi suami (menjabat). Kita tidak mau dibohongi kan? (Esther Idayanti)

PEJABAT YANG BURUK DIANGKAT OLEH PENDUDUK YANG BAIK, YANG TIDAK MEMILIH (George Jean Nathan).

Be the first to review this item!


Bookmark this

Browse by category