Ramalan

Bookmark this
March 16, 2020 By Esther Idayanti

Acara yang sering ditayangkan pada awal tahun adalah ramalan, baik ramalan soal selebriti, bencana alam dan hal-hal yang katanya akan terjadi di tahun ini. Orang ingin tahu apa yang akan terjadi dalam hidup mereka. Apakah usaha mereka akan lancar? Apakah akan bertemu jodoh? Karena itu tidak sedikit yang bertanya pada paranormal, membaca kartu tarot, ramalan horoskop, atau bertanya orang yang dianggap "rohani".

Bukankah ada baiknya kalau kita tahu masa depan, supaya kita bisa bersiap-siap? Selain itu kita bisa menghindari keputusan yang keliru. Tetapi kalau Tuhan mau kita mengetahui hidup kita beberapa tahun ke depan, maka Ia sudah memberitahu kita sebelumnya.

Mungkin Ia tidak mau memberi tahu supaya kita tidak cemas atau mati ketakutan. Siapa yang tidak stres kalau diberi tahu bahwa dalam 2 tahun ke depan usahanya akan bangkrut? Padahal ternyata justru gara-gara bangkrut ia memulai usaha di bidang lain yang membawa keuntungan besar. Siapa yang tidak sedih bila diberitahu bahwa tahun depan orang yang dicintainya akan meninggal. Padahal semua orang juga akan mati pada waktunya. Lalu sepanjang tahun kita menangis dan depresi. Bukankah lebih baik bila kita tidak tahu apa-apa tentang masa depan kita?

Ramalan mengunci hidup kita dengan hal-hal yang belum tentu terjadi. H. Shekar, mahasiswa S3 dari University Cincinnati berkata bahwa hanya sekitar 1-2 ramalan terjadi karena kebetulan, tetapi orang ngotot untuk tetap memercayai ramalan, tidak peduli bila ada banyak ramalan lain yang keliru.

Meminta orang membaca masa depan kita pun tidak akan menolong kita dalam menghadapi tantangan. Jadi lebih baik kita berharap pada Tuhan yang memegang masa depan kita dan sanggup menolong kita melaluinya. Ramalan sebenarnya tentang "kontrol", kita ingin mengontrol dan mengatur masa depan, yang menjadi hak Tuhan. Ramalan menghilangkan kesempatan kita untuk percaya penuh pada-Nya. (Esther Idayanti)

KITA MELIHAT KE BELAKANG DAN BERSYUKUR PADA TUHAN. MELIHAT KE DEPAN DAN PERCAYA PADA-NYA.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.