Seni Meratap Yang Terhilang

Bookmark this
August 27, 2019 By Ps Indri Gautama

Dalam perjalanan hidup sampai sekarang ini, kita pasti mengalami banyak penderitaan yang membuat kita meratap. Mengapa? Karena kita hidup di dunia yang jatuh dalam dosa. Sering juga kita menangis. To cry is human, but to lament is Christian (Menangis itu manusiawi, tetapi meratap adalah bagi pengikut Kristus). CH Spurgeon pernah mengatakan, "We wept when we were born though all around us smiled; so shall we smile when we die while all around us weep" (Waktu kita lahir menangis dan semua orang di sekeliling bersukacita karena kelahiran kita. Kiranya kita hidup sehingga saat kita wafat bersukacita dan semua orang di sekeliling menangis karena kehilangan seseorang yang berharga dalam hidup mereka dan setia pada Tuhan). 

"Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya" (Ibr. 5:7-8).

Bahasa doa dalam Alkitab kita yang sering dilupakan ialah RATAPAN (lih. Rat. 3:19-26). Ratapan tidak sama dengan menangis. Ratapan adalah unik dan hanya dimiliki umat Kristen. Ratapan membelokkan hati dan pikiran kita kepada TUHAN, sedangkan berduka menggoda kita untuk lari dari TUHAN. 

"Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita" (Rm. 8:22-23). 

Ratapan adalah bentuk doa. Ratapan adalah berbicara kepada TUHAN tentang sakitnya penderitaan di jiwa kita. Tujuan ratapan kepada Tuhan: Kepercayaan (Trust). Ratapan adalah undangan ilahi untuk mencurahkan ketakutan, frustrasi dan duka kita kepada TUHAN dengan tujuan memperbaharui keyakinan kita dalam Dia.

Lebih dari 2/3 kitab MAZMUR adalah ratapan-ratapan, keluhan kepada TUHAN. Daud menulis syair setelah kematian Raja Saul dan putranya Yonatan (lih. 2 Sam. 1:17-27). Nabi Yeremia menulis satu buku namanya kitab Ratapan. Yesus meratap atas Yerusalem (lih. Mat. 23:37-39). Yesus pun mempersembahkan ratapan & doa kepada Allah Bapa (lih. Mat. 26:37-39).

"Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Why. 21:4).

Umat Tuhan meratap karena DOSA. Ada musim-musim untuk sesuatu dimulai, ada musim-musim untuk sesuatu itu berakhir (lih. Pengkh. 3:1-8).

Bukan perubahan-perubahan yang menghancurkan kita, tetapi proses transisi. Perubahan tidak sama dengan transisi. PERUBAHAN = situasional (misalnya pindah lokasi baru, pensiunnya seorang pendiri, reorganisasi dari peranan-peranan tim kerja, dll.), biasanya dikenal dengan permulaan, terjadi secara cepat, eksternal dan dapat dilihat. TRANSISI = sisi psikologis, lebih terkait dengan akhir sesuatu, lebih butuh banyak waktu, terjadi di dalam diri dan mungkin tak dapat dilihat orang lain. Transisi adalah proses 3 fase yang akan dilalui seseorang yang menginternalisasi dan mencapai kesepakatan dengan detail-detail dari situasi barunya yang dibawa oleh perubahan itu. Berjalan bersama seseorang dalam melalui suatu proses transisi adalah esensial jika perubahan mau terjadi sesuai perencanaan.

3 FASE DALAM TRANSISI = 1) Waktu berakhirnya dan kehilangan ataupun melepaskan sesuatu, 2) zona netral, 3) mulainya permulaan yang baru. Dan banyak respons berbeda-beda dari tiap-tiap orang terhadap fase perubahan. Ada yang terkejut, menolak, marah, depresi, ingin terlibat, memilih ikut, mampu mempersatukan, memelihara.

Doa ratapan sendiri terdiri dari 4 elemen: Berbalik pada TUHAN (Mzm. 13:1), Bawa keluhan Anda ke TUHAN (Mzm. 13:2), Minta dengan berani pertolongan TUHAN (Mzm. 13: 3-4), Pilih percaya pada-Nya (Mzm. 13:5-6).

Written by

Ps Indri Gautama



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.