Seni?

Bookmark this
January 28, 2020 By Esther Idayanti

Saya punya 33 grup wa: grup keluarga, mantan teman SD SMP SMA, sekolah anak-anak, hingga grup khusus makan-makan. Tapi hanya beberapa saja yang saya aktif, sisanya saya diamkan atau menjadi pengamat. Saya perhatikan, beberapa group suka posting foto dan video cewe seksi seperti hal yang biasa saja. Bahkan beberapa orang menganggap hal itu seni. Tetapi menurut saya, postingan dengan konten pornografi sebenarnya mengeksploitasi "manusia" (perempuan) ciptaan Tuhan menjadi "obyek" dari nafsu atau "produk untuk dikonsumsi/ditonton" manusia lainnya.

Pornografi juga berbohong pada para pria tentang definisi kecantikan: cantik adalah seperti model seksi, sehingga para pria rela meninggalkan perempuan baik-baik demi perempuan “cantik”. Mungkin para suami tidak “meninggalkan” istrinya dengan bercerai, tetapi mereka yang mentonton pornografi meninggalkan pasangannya dengan berkata, "Kamu tidak cukup keren. Aku ingin melihat yang lebih menarik darimu." Kepercayaan dan kesetiaan pernikahan hancur berantakan.

Penggemar pornografi bukan hanya pria dewasa, tetapi saat ini sudah merambah ke berbagai kalangan termasuk remaja perempuan dan laki-laki. Kalau sudah begini, tidak sedikit yang kecanduan pornografi sejak muda! Padahal hal ini menghambat proses akal sehat yang produktif menjadi otak yang tidak bisa befungsi bila tidak melihat pornografi. Kecanduan pornografi jauh lebih sulit dihilangkan dari kecanduan narkoba, karena otak merekam tanpa bisa di "detox" atau dihapus.

Yang paling berat ialah bila mereka nanti menikah, karena pornografi menghancurkan pengalaman indah antara dua jiwa manusia yang disatukan oleh Tuhan, menjadi ajang pemuasan diri sendiri yang berujung rasa bersalah yang berat. Sebaiknya, kita tidak ikut-ikut posting sticker cewe seksi di grup, apalagi membuka pornografi. Pornografi menghancurkan hidupmu. (Esther Idayanti)

PORNOGRAFI MENGHANCURKAN HAL YANG SEHARUSNYA MENJADI HAL TERINDAH DALAM KEHIDUPAN PRIA-WANITA, MENJADI HAL YANG BIASA DAN MURAHAN.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.