Sikap Hidup

Bookmark this
February 17, 2019 By Ps Jeffrey Rachmat

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kolose 3:23 TB
KIta sudah ada di Bulan September, dan kita akan membahas tema yang berbeda yaitu tentang Attitude atau Sikap dan Tingkah laku, tema ini akan berkesinambungan dengan apa yang kita pelajari sebelumnya, yaitu tentang Keluarga atau Family.

Seperti yang sudah saya bagikan sebelumnya, Karir, pekerjaan, bisnis dan pelayanan adalah sesuatu yang sifatnya di luar rumah, sedangkan pernikahan dan keluarga adalah sesuatu yang bersifat di dalam rumah.


Banyak orang hanya fokus untuk membangun sesuatu yang ada di luar rumah, tetapi jangan sampai kita juga lupa untuk membangun apa yang ada di dalam rumah. Perlu ada keseimbangan dalam membangun apa yang ada di dalam dan luar rumah. Jangan sampai orang tua terlalu sibuk untuk membangun apa yang ada di luar rumah, dan tidak mengajarkan sikap dan tingkah laku yang baik kepada anak-anaknya.

Dalam bahasa indonesia ada istilah kurang ajar, oleh karena itu tingkah laku dan sikap sangat penting. Di Amerika, anak-anak tidak lagi menghormati orang tua-nya seperti dulu, dan memanggil mereka dengan nama saja. Perlu ada sikap yang baik dalam menghadapi orang tua dan juga orang yang berada di tingkat yang berbeda, baik rendah ataupun lebih tinggi.

Kalau kita tidak mengerjakan pekerjaan rumah kita, maka kita tidak akan bisa mendapatkan nilai yang baik dari keluarga kita. Sikap bagaimana menghadapi kesulitan, kegagalan, kekecewaan, banyak orang yang tidak tahu bagaimana menghadapi itu semua, melampiaska rasa frustrasi mereka dengan salah dan akhirnya merugikan mereka.

Kedewasaan seseorang diperlihatkan dari sikap mereka merespon terhadap apa yang dialami-nya. Your atittude will determine your altitude – John Maxwell 
Attitude atau sikap itu seperti bau, apakah kita baunya harum atau busuk? Attitude determines Likeability. Sikap kita menentukan faktor kesukaan orang terhadap kita.

Seringkali yang kita perlu lakukan adalah “Be Nice“, bersikap baik dengan orang lain, apapun pekerjaan kita. Banyak orang lupa mengajarkan  hal ini. Percuma jika di dalam gereja, kita mengajar teori yang luar biasa, jika usher atau greeter yang berdiri di depan pintu gereja punya sikap yang negatif terhadap jemaat yang datang.
 
Saya suka memperhatikan review hotel dan restoran disaat travelling, yang sering saya baca adalah baik atau tidaknya perlakukan pegawai kepada tamu.  Seringkali saya temukan bahwa Makanan atau Hotel baik, tetapi orang yang ada di lobby sangat kasar dan tidak menghormati, dan membuat mereka tidak akan merekomendasikan hotel itu ke orang lain.

Pertolongan, Tips dan Promosi akan menjauh kalau sikap dan attitude kita berbau tidak sedap, sikap kita akan merubah pengalaman yang kita alami. Mungkin kita sudah mendapatkan apa yang kita doakan, kalau kita tahu sikap yang benar seperti apa. Yang menghalangi jawaban doa kita adalah sikap kita sendiri.

Saya selalu memberikan nasihat kepada teman yang sedang mencari pekerjaan, Kalau sedang di-interview dengan recruiter, datanglah dengan sikap yang benar, senyum, tegap dan penuh energi, serta siap untuk bekerja. Tatap mata recruiter dan responi setiap pertanyaan dengan baik.

Sikap atau Attitude akan membuat kita terus berjalan atau sebaliknya melumpuhkan harapan kita. Ketika sikap kita benar, tidak ada penghalang dan mimpi yang terlalu ekstrem, serta tidak ada tantangan yang terlalu besar bagi kita – Charles Swindoll
Banyak perusahaan yang memberikan kursus tingkah laku kepada pegawainya, diajar bagaimana merespon dan berbicara dengan baik kepada pelanggan. Di Gereja hal ini diajakarkan secara gratis, Bicara mengenai sikap adalah bicara mengenai pilihan, dan bukan bicara soal talenta.

Kita selalu bisa mengontrol bagaimana kita bisa bereaksi terhadap apa yang terjadi kepada kita.  Attitude is a game changer, dan seharusnya kita bisa berubah di saat kita percaya Yesus, kita memilih terang dan bukan kegelapan, memilih kekudusan dan bukan dosa, memilih pengharapan dan bukan keputus-asaan. Kita mahal di Mata Tuhan.
Ada lagi istilah di bahasa Indonesia yaitu tidak tahu diri, dan kita seharusnya tahu siapa diri kita di dalam Yesus, dan kita harus berhati-hati dengan bagaimana kita bersikap baik di dalam dan luar gereja.

Sebelum orang mendengar suara kita, mereka akan melihat kelakuan kita terlebih dahulu. Kalau ada perubahan di dalam atau sistem operational, maka hasil akhirnya juga akan berbeda. Kalau Yesus dan Terang ada dalam diri kita, maka keluarnya pun pasti akan berbeda.


 
Bukan hanya sekedar manusia tidak suka dengan “Bad Attitude“, Tuhan juga tidak menyukai itu. Saya ingin membahas mengenai satu sikap yang tidak disukai Tuhan, yaitu sikap Bersungut-sungut atau Murmuring.

Orang seperti ini mematahkan semangat serta mengaburkan masa depan, sibuk complaint dan tidak memberikan jalan keluar.

Supporting Verse – Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 1 Korintus 10:10-11 TB

Kata bersungut-sungut ditemukan beberapa kali di perjanjian lama, khususnya dalam tingkah laku bangsa israel kepada Tuhan karena waktu dan rencana Tuhan tidak sesuai dengan waktu dan rencana mereka. Apakah kita juga termasuk demikian?

Kata Murmur dalam bahasa Ibrani adalah “Luwn”, artinya adalah to stop or camp in a bad place. Arti Kata Murmur yang lain adalah “Ragan”, yaitu “to grumble, to be in a place of rebellion”.

Supporting Verse  – Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. Pula mereka membawa kabar i  kepada kita, demikian: Negeri yang diberikan TUHAN, Allah kita, kepada kita itu baik. Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, l kamu menentang m titah TUHAN, Allahmu. Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan. Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi  dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Ulangan 1:25-28 TB


 
Mereka lebih mendengarkan berita negatif yang dibawa oleh 10 pengintai, daripada mendnegar berita positif yang dibawa dari 2 pengintai yang lain, dan mulai mengembangkan pikiran negatif bahwa Tuhan mau memusnahkan mereka. Secara garis besar, pemikiran ini sungguh aneh bahwa bagaimana mungkin Tuhan mau melakukan itu setelah membawa mereka keluar dari perbudakan mesir. Banyak orang yang juga dibutakan dan berpikir seperti ini disaat menghadapi suatu pencobaan.

Supporting Verse – 1:29 Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka; 1:30 TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu, 1:31 dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini. 1:32 Tetapi walaupun demikian, kamu tidak percaya kepada TUHAN, Allahmu, 1:33 yang berjalan di depanmu di perjalanan untuk mencari tempat bagimu, di mana kamu dapat berkemah: dengan api pada waktu malam dan dengan awan pada waktu siang, untuk memperlihatkan kepadamu jalan yang harus kamu tempuh.” 1:34 “Ketika TUHAN mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka dan bersumpah: 1:35 Tidak seorangpun dari orang-orang ini, angkatan yang jahat ini, akan melihat negeri yang baik, yang dengan sumpah Kujanjikan untuk memberikannya kepada nenek moyangmu, Ulangan 1:29-35 TB

Tuhan mengasihi dan begitu menjagai mereka, baik disaat siang maupun malam, dan Tuhan begitu menyediakan untuk mereka. Tetapi hanya karena rencana mereka tidak sama dengan rencana Tuhan, mereka menjadi berbalik menyalahkan Tuhan. Akibat gerutu mereka, mereka menjadi tidak bisa menikmati apa yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.

Supporting Verse – 14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 14:3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir? ” 14:4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.” Bilangan 14:1-4 TB
 
14:26 Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: 14:27 “Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. 14:28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. 14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku. 14:30 Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun! Bilangan 14:26-30 TB

Mereka berpikir yang salah tentang Tuhan, dan bahkan bukan hanya doa mereka yang didengar Tuhan, tetapi sungut-sungut mereka juga didengarNya. Bukan hanya mereka tidak dapat menerima Janji Tuhan, tetapi apa yang mereka gerutukan, itu menjadi kenyataan.

Ada Kuasa dalam perkataaan kita, Tuhan tidak suka dengan orang yang bersungut-sungut, itulah sikap dan attitude yang tidak baik. Itu bukanlah tanda kehidupan, tanda kehidupan adalah tanda bahwa kita ada di dalam terang, dan berada di tanah yang subur. Sebaliknya bersungut-sungut adalah tanda orang yang hidup di dalam tanah yang kering, dengan masa depan yang tidak jelas.
Supporting Verse – 106:25 Mereka menggerutu di kemahnya dan tidak mendengarkan suara TUHAN. 106:26 Lalu Ia mengangkat tangan-Nya terhadap mereka untuk meruntuhkan mereka di padang gurun, 106:27 dan untuk mencerai-beraikan anak cucu mereka ke antara bangsa-bangsa, dan menyerakkan mereka ke pelbagai negeri. Mazmur 106:25-27 TB

Tetapi jika Tuhan ada dalam hidup kita, maka pemandangan kita akan menjadi terang, kita akan memilih kehidupan dan bukan kematian. mari kita belajar untuk mengucap syukur senantiasa apapun yang terjadi, Itu yang Tuhan inginkan. Bahkan disaat kita belum menerima jawaban doa kita, karena itu merupakan sikap yang baik.

Berterima kasih dan bersyukur akan hari ini, Pusatkan perhatian kita akan apa yang kita pernah alami dan lewati, dan juga Kebaikan Tuhan yang kita sudah alami. Tuhan tidak akan mengeluarkan kita sedemikian jauh-nya untuk kemudian ditinggalkan sendiri.

This will end Good and Happily, Ujungnya akan Baik, bahkan disaat kita tidak mengerti dan memahami apa yang Tuhan sedang kerjakan saat ini. Jangan berhenti sekarang, meskipun situasi begitu berat dan kurang jelas, Be Nice and Learn to be Grateful one step at a time.

Know that God is in Control, dan Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Kalau saat ini situasi kehidupan belum indah, berarti rencana Tuhan belum selesai dalam hidup kita. Keep going, dan jangan tinggalkan Bioskop kehidupan, karena kita akan menikmati bahwa God is Good.

 

Catatan:
- Ringkasan khotbah di ambil dari 316Notes

Written by

Ps Jeffrey Rachmat



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.