Sulit Di Cintai

Bookmark this
February 16, 2019 By Esther Idayanti, M.A.

SULIT DICINTAI

Di hari Valentine ini, ketika orang saling menyatakan cinta kasih, ada orang-orang yang justru membuang bunga dan cokelat yang mereka terima. Beberapa orang mudah dicintai, seperti bayi-bayi mungil yang lucu. Tetapi beberapa orang lainnya sangat susah dicintai. Bukan cuma menghindar, tetapi mereka menolak mentah-mentah, bahkan membuang kasih sayang yang kita berikan.

Ada anak yang berontak pada orang tuanya. Ada orang tua yang bersikeras mempersulit hidup anaknya, dengan mengasihi yang satu dan membenci yang lain. Ada isteri yang menolak perhatian suami. Ada suami yang memilih mencintai wanita lain dan bukan isterinya. Ada banyak lagi, mungkin salah satunya orang di dekat Anda.

Memang paling mudah untuk menyerah. Apalagi kalau itu bukan salah kita, kita sudah berusaha. Tetapi biasanya orang yang menolak cinta, adalah yang paling membutuhkan cinta.

Lakukan bukan karena Anda mau, tetapi karena Tuhan mau. Sabarlah bukan karena ingin melihat hasil, tetapi walaupun tidak ada hasilnya, Anda telah melakukan kewajiban Anda. "Kewajiban?" Bukankah cinta adalah sebuah pilihan? Ya, memang cinta adalah pilihan, maksudnya Anda memilih untuk mencintai, bukan membenci. Tetapi cinta tidak pilih kasih: mencintai yang ini, membenci yang itu. Cinta adalah kewajiban, karena itu adalah sebuah perintah dari Yang Kuasa: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Ketika Anda bertemu dengan orang yang sulit dicintai, pikirkan bahwa walaupun Anda penuh dosa yang menjadikan Anda "sulit dicintai", tetapi Tuhan ngotot untuk mencintai Anda. Terimalah cinta-Nya, dan bagikan pada mereka yang membutuhkan cinta. Jadikan hidup Anda saluran cinta kasih-Nya, tanpa pamrih, tanpa syarat, tanpa batas... (Esther Idayanti)

CINTA BUKAN SEKEDAR PERASAAN, TAPI SEBUAH KERJA KERAS.

Written by

Esther Idayanti, M.A.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.