Stop Komplain

Bookmark this
February 23, 2019 By Esther Idayanti, M.A.

STOP KOMPLAIN

Sekitar tahun 1970-an, seorang pria mengendarai mobilnya di Arizona (USA) dan berhenti di sebuah SPBU (tempat pengisian bensin) saat hujan lebat. Pria ini duduk di mobilnya, sementara seorang pegawai mengisi bensin untuk mobil tersebut dengan bersiul-siul dengan riang di bawah guyuran hujan, karena jaman itu, SPBU belum modern dan belum ada atapnya. 

Pengendara mobil itu berkata, "Maaf untuk merepotkan Anda di saat seperti ini." Dijawab oleh pegawai SPBU, “Oh, ini sama sekali tidak mengganggu saya. Waktu saya berperang di Vietnam, saya sempat berada di lubang persembunyian sempit di bawah tanah, dan saya berjanji kalau saya bisa keluar dari tempat itu dalam keadaan hidup, saya akan sangat bersyukur dan tidak akan komplain tentang apapun juga. Dan sampai saat ini saya tidak komplain.”

Banyak hal memang bisa dijadikan bahan komplain. Tapi sebelum komplain, mari kita baca beberapa kata-kata yang menarik tentang hal itu:

· Jangan komplain tentang apa yang dapat Anda ubah (Rick Warren)

· Jangan komplain dan bicarakan tentang semua masalah Anda, karena 80% orang tidak peduli, 20% sisanya berpikir bahwa memang Anda pantas mendapat masalah tersebut (Mark Twain).

· Jangan suka mendengarkan mereka yang suka menangis dan komplain, karena penyakit itu menular (Og Mandino)

Dalam kehidupan, selalu ada hujan lebat, panas terik, tantangan dan masalah, tetapi bukan apa yang terjadi pada kita yang menentukan kebahagiaan kita, melainkan sikap kita menghadapi hal itu. Jadi mengeluh adalah tentang sikap hati, bukan tentang berat tidaknya situasi. (Esther Idayanti)

KALAU ANDA BISA BERHENTI, BERHENTILAH. KALAU ANDA TIDAK BISA BERHENTI, STOP KOMPLAIN, KARENA INILAH YANG ANDA PILIH. (Joe Konrath).

 

Stop Komplain

Written by

Esther Idayanti, M.A.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.