Stres?

Bookmark this
March 16, 2020 By Esther Idayanti

Membaca judul koran dan mendengarkan media saat ini bisa memicu stres: kekerasan, teror, virus Corona, tantangan ekonomi dll. Belum lagi ditambah masalah pribadi. Ada sebagian orang yang tidak tahan stres, lalu mencari “ketenangan” melalui minum-minum, melarikan diri dari masalah, dll. Tetapi ada juga orang yang memiliki daya tahan tinggi terhadap stres. Apa yang bisa kita pelajari dari mereka? Berikut ini hasil penelitian Amy Morin.

MENERIMA STRES SEBAGAI BAGIAN DARI HIDUP. Orang yang bermental baja tidak bertanya, “Mengapa hal-hal ini selalu terjadi padaku?” Melainkan mereka menerima masalah sebagai bagian dari perjalanan hidup.

MENGENALI TANDA-TANDA STRES, seperti perubahan mood dan dampak kesehatan, lalu mulai mengatur beberapa perubahan sebelum tergilas oleh stres. Contohnya mengubah jadwal, istirahat dll.

MELIHAT KESEMPATAN. Tantangan bisa dilihat sebagai hal yang menghancurkan, atau sebaliknya, hal yang menguatkan mental kita. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.

MENCARI BANTUAN bukanlah tanda kelemahan, justru tanda bahwa seseorang mengenali batasan dirinya, dan tidak takut meminta pertolongan bila membutuhkannya.

MEMIKIRKAN TUJUAN JANGKA PANJANG. Orang yang memiliki tujuan jangka panjang tidak mudah terganggu dengan masalah jangka pendek, karena mereka dapat melihat semuanya dalam perspektif kehidupan yang lebih besar.

Sebenarnya, stres bukanlah masalah seberapa besar atau kecil persoalan yang menimpa kita, tetapi bagaimana kita “framing” (memandang) situasi kehidupan kita. Kata Hans Selye, “Bukan stres yang membunuh kita, tetapi reaksi kita terhadapnya.” (Esther Idayanti)

SENJATA TERBESAR MELAWAN STRES ADALAH KEMAMPUAN KITA UNTUK MEMILIH PIKIRAN YANG SATU, BUKAN YANG LAIN (William James)

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.