Tidak Ada Pilihan

Bookmark this
January 27, 2020 By Esther Idayanti

Kim Farry (57 tahun) mulai mencuri di supermarket sejak ia berusia 9 tahun. Ia telah mencuri seharga Rp. 210 milyar namun sama sekali tidak menyesal, karena ia mencuri demi keluarganya. Sebagai anak pertama dari 9 anak, ia melihat adik-adiknya di bully karena tidak memiliki baju yang layak. Jadi ia mencuri demi adik-adiknya. Kim menulis buku tentang pengalaman hidupnya dan diwawancara oleh televisi. Berbagai tanggapan dilontarkan pada stasiun televisi, ada yang menentang, tapi ada juga yang membela Kim yang terpaksa mencuri karena tidak ada pilihan. Benarkah?

Kita juga sering berkata, “Saya tidak punya pilihan lain.” Tapi ada arti lain di baliknya:

(1) “Saya tidak punya pilihan, karena saya rasa ini cara terbaik atau cara satu-satunya mencapai tujuanku.” Alasan ini dilontarkan oleh orang yang sempit pandangannya dan tidak mau berusaha lebih keras untuk berpikir dan mencari cara lain.

(2) “Saya tidak punya pilihan karena saya dipaksa oleh seseorang/situasi tertentu. Ini akibat keputusan mereka.” Menyalahkan orang lain adalah hal yang paling mudah. Seperti Kim menyalahkan keadaannya yang miskin, dan menyalahkan teman-teman adiknya yang membully.

(3) “Saya tidak punya pilihan, karena kalau saya pilih yang lain akan lebih sulit.” Sulit untuk bertahan terhadap ejekan. Sulit untuk melihat orang lain lebih sukses. Sulit untuk berdoa dan menanti jawaban yang tidak kunjung datang. Karena sulit, orang potong kompas.

Victor Frankl adalah tahanan Nazi yang mengalami kekerasan, hinaan dan hidupnya ada di tangan para penjahat kejam itu. Sepertinya ia tidak ada pilihan. Tapi ia berkata, kemerdekaan terakhir adalah memilih sikap dalam situasi tertentu. Ketika Anda berkata “Tidak ada pilihan” sebenarnya masih ada satu pilihan penting, bagaimana Anda bersikap terhadap hal itu

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.