Urapan Tuhan Untuk Kegigihan Iman

Bookmark this
August 01, 2019 By Aries Zulkarnaen

“Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: ‘Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.’ Lalu Samuel berkata kepada Isai: ‘Inikah anakmu semuanya?’ Jawabnya: ‘Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.’ Kata Samuel kepada Isai: ‘Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.’ Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: ‘Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.’ Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” (1 Sam. 16:10-13). Ketika Daud dipilih dan diurapi untuk menjadi raja, kenapa ia tidak langsung menjadi raja? Bahkan proses dari Daud menjadi gembala domba sampai Daud menjadi raja lamanya adalah 15 tahun. Dan sepanjang 15 tahun itu, ada sekitar 21 ujian (pencobaan dan masalah) dalam hidupnya! Ada proses panjang sampai akhirnya ia menjadi raja.

Kadang kita pun saat diurapi di altar call, meminta Tuhan melakukan terobosan, mengapa tidak langsung terjadi perubahan (sebab menurut kita, setelah pengurapan, kita harus langsung sukses, berubah, berhasil, masalah selesai)? Jadi, untuk apa urapan (sebab banyak orang anggap urapan adalah untuk terobosan & mau perubahan yang instan)? Banyak yang tidak langsung alami terobosan, malah masih mengalami masalah demi masalah. Banyak kita tidak suka & tidak menikmati ujian-ujian dalam hidup. Kita takut, ragu, dan merasa melebihi batas kemampuan kita. Dari antara dipanggil & dinobatkan atau mengalami tujuan Tuhan, kita harus lewati proses, miliki daya tahan, dan terus-menerus lakukan yang harus kita lakukan.

Urapan adalah untuk ketahanan dan kegigihan! Seperti halnya Daud, urapan (anoiting) bukan untuk promosi, melainkan untuk ketahanan/kegigihan menghadapi semua itu (perseverance)! Jika kita sudah dipilih & menjadi anak-anak-Nya, masa depan kita pasti cerah! Jika Dia memulai sesuatu, Dia mempunyai tujuan yang baik dari awal hingga akhir! Urapan itu bukan untuk berkat, promosi ataupun terobosan, sebab kita pasti diberkati, diangkat, dan mengalami terobosan. Urapan adalah untuk kegigihan menghadapi rintangan, pencobaan demi pencobaan menuju tujuan Tuhan sampai terjadi dalam hidup kita. Urapan itu supaya kita tidak putus asa. Mukjizat Tuhan bukan datang pada kita secara seketika (instant), melainkan secara bertahan (gradually), dan tahap demi tahap itu kita perlu daya tahan tinggi serta kerja keras. Jika kita punya iman & bekerja keras, Tuhan akan memberi apa yang kita doakan. Don’t give up, jangan menyerah. Bagaimana supaya bisa bertahan dalam pencobaan demi pencobaan (tahap-tahap menuju keberhasilan)? Kita harus miliki perspektif dari Tuhan. Dapatkan perspektif yang baru & segar. Jangan jalani hidup dengan perspektif duniawi/diri sendiri, tapi milikilah perspektif rohani/Tuhan (lih. 2 Raj. 6:17).

Saat ada masalah, jangan hanya berdoa meminta perlindungan, tapi perspektif yang benar dari Tuhan! Suatu cara hadapi masalah adalah ubah cara pandang kita! Dalam masalah pun ada mukjizat yang kita perlukan untuk menghadapi masalah itu. Dalam setiap permasalahan, ada benih mukjizat yang kita butuhkan untuk menghadapinya.“Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: ‘Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?’ Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya” (Yoh. 6:5-6). “Kata Yesus: ‘Suruhlah orang-orang itu duduk.’ Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki” (Yoh. 6:10-11). “Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: ‘Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.’ Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.’” (Mat. 14:15-16).

Jika murid-murid-Nya mengusir orang banyak, padahal justru jawaban untuk masalah mereka ada di tengah-tengah orang banyak atau masalah yang ada. Strategi Iblis adalah jika dia tidak bisa membuat Anda melihat mukjizat Tuhan, dia akan membuat Anda melihat apa yang Anda punya itu tidak cukup atau berguna! Jangan fokus pada apa yang hilang, sebab kita akan lupa pada apa yang masih ada dan miliki! Jika ada masalah, hadapilah! Atasi bersama Tuhan, jangan cuma mengandalkan meminta mukjizat, sebab Tuhan sanggup melakukan mukjizat-Nya lewat engkau dengan mengerjakan imanmu! Yesus ingin bekerja sama dengan kita untuk melakukan perkara-perkara besar! Iman kita juga tergantung pada kerja sama kita dengan Tuhan untuk melakukan PERKARA BESAR! Mukjizat terjadi jika kita mau bekerja sama dengan Tuhan lewat apa yang Dia beri bagi kita. Jangan cuma minta-minta ke Tuhan, tetapi bekerja samalah dengan Dia! 

Jika kita terus-menerus menganggap masalah, ketidaknyamanan ataupun gesekan dengan orang lain sebagai masalah dan hal yang tidak mengenakkan, kita jarang mengalami potensi-potensi mukjizat yang ada di balik semua permasalahan itu. Bukan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah, tetapi siapa yang dapat menyelesaikannya? Untuk bekerja sama dengan-Nya, kita tidak bisa lari dari masalah. Kita harus menyelesaikan semua masalah itu bersama-sama Dia. Seperti Daud yang tidak lari dari Goliat, melainkan menghadapinya! Tetaplah setia pada Tuhan supaya Dia memberikan terobosan dalam hidupmu.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Sermon By : Ps. Aries Zulkarnaen dikotbahkan di GBI PRJ

Written by

Aries Zulkarnaen



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.